Baca Juga : Menantu Luhut Binsar Panjaitan Diprediksi Calon Kuat Pangkostrad, Keamanan Negara Solid
Jenderal Dudung begitu popular dan viral. Saat menjabat Pandam V Jaya, Jakarta. Perintahnya yang tegas kepada anak buahnya untuk menurunkan baliho Rizieq Shihab dan bendera eks FPI pada Nopember 2020. Dilaksanakan dengan baik dan tanpa ada pertumpahan darah. Rasa aman menyelimuti ruang-ruang publik dan pemukiman warga Jakarta. Aktivitas Jakarta pun kembali normal seperti sedia kala.
Baca Juga : Jenderal Andika Perkasa Makan Berdua dengan Penyandang Disabilitas Di Ruang Kerja KSAD, Ini Respon Netizen
Berkat prestasi itu. Suami dari Rahma Setyaningsih pun diberi award kenaikan satu tingkat menjadi bintang tiga, dan jabatan Pangkostrad diraihnya. Memasuki bulan September akhir 2021. Gangguan datang menghinggapinya. Gangguan itu datang dari Gatot Nurmantyo yang menghembuskan patung diaroma peristiwa G /30/S/ PKI tak berada di lingkungan Kostrad. Ternyata hal itu sudah diambil pemiliknya, mantan Pangskostrad Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution.
Hanya menjabat kurang lebih 6 bulan (25 Mei 2021 -17 Nopember 2021). Lulusan Akmil 1988 yang bersama keluarganya telah mewakafkan tanah untuk Pondok Pesantren Majaalis Al-Khidhir di Klapanunggal Kabupaten Bogor yang diasuh oleh Asy -Syaikh Muhammad Al-Khidir.
Sebagai KASAD. Dudung punya tugas berat, yaitu memastikan gangguan keamanan dari kelompok intoleren dan radikal tak boleh terjadi. Syukur-syukur tiada. Perlawanan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Kasad ke-33 ini. Sinergitas dengan Polri janganlah tanyakan pada Dudung. Bagi Dudung Polri adalah mitra strategis yang menjadi pionir utama penegakan keamanan di tingkat sipil. Dan TNI harus menopang penegakan tersebut.
Namun,hal lainnya Dudung yang didapuk sebagai Kasad akan dibenci kelompok intoleren dan radikalisme. Nampaknya, kelompok itu akan marah, tetapi tak bisa berbuat apa-apa. Karena sudah tahu apa yang akan dilakukan Dudung, jika kelompok itu melawan dan sesuka hatinya berbuat di NKRI.
Yang ada mereka hanya bisa tiarap dan tertidur untuk jangka waktu yang cukup lama. Apalagi santer terdengar. Kabarnya pembebasan Rizieq Shihab di tahun mendatang, telah diantisipasi dan disiapkan Dudung bersama Kapolri. Tujuannya keamanan rakyat yang utama dan negara harus hadir melaksanakannya demi tegaknya Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.