Jakarta,NAWACITAPOST- Politisi Ferdinand Hutahean menilai bahwa adanya dugaan korupsi yang dicium Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait program Formula E harus dibongkar.
BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/11/05/bukan-kantor-pajak-politisi-golkar-pastikan-tidak-tanya-harta-kekayaan-andika-perkasa/
Ferdinand menduga bahwa adanya keterlibatan Gubernur DKI Jakarta Cs dalam penyalahgunaan dana Formula E tersebut.
“ Soal Formula E KPK harus bongkar kalau ada potensi korupsinya, saya juga menduga adanya keterlibatan Anies dalam program ini,” Kata Ferdinand kepada NAWACITAPOST, Rabu (10/11/2021).
BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/11/06/pengamat-politik-yuyun-pirngadi-figur-pilres-2024-menentukan-pilihan-publik/
Selain itu, kata dia, jika terbukti adanya proyek fiktif dalam penyelenggaraan Formula E , maka Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta harus bertanggungjawab dan harus diusut hingga tuntas oleh KPK.
“Ini kan uang APBD yang harus dipertanggungjawabkan, maka kalau adanya potensi fiktif dalam proyek Formula E , maka Anies dan pihak yang ikut terlibat harus di periksa KPk dan di usut tuntas,” ujarnya.
Menurut dia , jangan sampai proyek Formula E ini berjalan hanya seadanya saja dan akhirnya merugikan masyarakat dan negara.
“Ini proyek triliunan, jangan Cuma berjalan sekedar saja , ini menggunakan uang APBD dan ini bisa merugikan negara dan masyarakat,” tegasnya.
Namun demikian, kata dia, KPK harus transparan dalam mengusut adanya dugaan korupsi di ajang balap Formula E ini.
“KPK harus transparan dalam mengusut kasus dugaan korupsi Formula E ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, Soal adanya dugaan korupsi formula E, KPK akan segera tetapkan tersangka jika sudah ada 2 alat bukti yang cukup untuk kemudian penanganan perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Firli mengungkapkan, bahwa KPK akan segera menetapkan status tersangka terhadap pihak-pihak yang ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi pada penyelenggaraan ajang balap Formula E di lingkungan Prmporv DKI Jakarta.
Mantan Kapolda Sumsel ini menegaskan pihaknya tidak akan istimewakan terutama dalam proses hukum, meski diketahui kasus ini terjadi di Jakarta.
“Prinsipnya kami sungguh mendengar harapan rakyat bahwa Indonesia harus bersih dari korupsi,” kata dia.
Dia mengaku agar masyarakat bersabar, karena pihaknya masih mengust kasus tersebut saat ini. Dimana pihaknya masih mencari alat bukti yang terjadi di ajang balap Formula E ini.
“Kami sedang bekerja tegasnya,’’ ucapnya.
Editor: Agus Irawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:41 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:42 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:44 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 | 00:07 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:48 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 16:07 WIB
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:31 WIB
Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:44 WIB
Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:30 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB
Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:36 WIB
Minggu, 3 Mei 2026 | 17:55 WIB
Selasa, 21 April 2026 | 21:19 WIB
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 23:29 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:23 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 19:18 WIB