Jakarta, NAWACITAPOST – Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo mengungkap kejanggalan yang terjadi dalam Formula E Jakarta yang mendapat dugaan adanya tindak pidana korupsi. Sigit menyebut Pemprov DKI Jakarta dan pihak penyelenggara tidak memiliki kemampuan dalam menggelar Formula E khususnya usai gagal digelar.

“Sudah merusak pohon di Monas, Jakarta Pusat untuk uji coba aspal kemudian dibatalkan. Terlihat ketidakseriusan. Seperti acara tingkat RT,” jelasnya, Senin (08/11/2021).

Baca Juga : Kebakaran Rumah di Cipondoh Tangerang Tewaskan 4 Orang dan Taksir Kerugian Hingga Rp 600 Juta

Berikutnya menurut Sigit anggaran yang mencapai Rp 500 miliar itu perlu diselidiki karena dinilai tidak masuk akal. “Awalnya bilang perlu Rp 400 – Rp 500 miliar per tahun. Lalu, berubah jadi Rp 560 miliar untuk tiga tahun. Ini janggal,” jelasnya.

Menurutnya saat ini pihak DPRD DKI Jakarta belum menerima bukti pembayaran untuk commitment fee Formula E.

Polemik Formula E sudah dibawa ke Badan pengawas Keuangan (BPK) dan tengah dilakukan penyidikan oleh KPK, hal ini dibenarkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri.

Simak informasi menarik lainnya di Youtube NAWACITA TV 

YouTube player
Baca juga :  Kemendikbud Dorong Sijunjung Masuk Warisan Dunia Unesco