Jakarta, NAWACITAPOST– Pegiat media sosial Denny Siregar mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi di maskapai Garuda Indonesia itu adalah permasalahan lama sejak pemerintahan era Presiden ke-2 Soeharto. Hal itu karena banyak tikusnya ( korupsi).

“Ya kalau permasalahan maskapai Garuda Indonesia sudah ada sejak era Soeharto, karena banyak tikusnya dan pencurinya,” kata Denny Siregar dikutip dalam video Time Line yang dikutip NAWACITAPOST, Sabtu (6/11/2021).

Denny menyebut bahwa tidak heran jika maskapai terbesar di Indonesia ini memiliki utang setinggi gunung Jayapura.

“ Ya jangan heran kalau utangnya setinggi gunung Jayapura,” ucapnya.

Denny menjelaskan bahwa pengakuan Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng, kasus korupsi di PT Garuda Indonesia sudah terjadi pada era jaman order baru.

Bahkan , kata dia, Tanri Abeng menyebut dulu pengelolaan kargo di Garuda dikuasai adiknya Soeharto . Perusahaan kargo swasta itu mendapat keutungan Rp 6 miliar, Namun yang diterima Garuda hanya Rp 300 juta rupiah. Itu juga mereka membiayai operasional sendiri.

Denny mengungkapkan bahwa selama perjanjian kerjasama itu, maskapai milik BUMN itu hanya mendapat untung 10 persen saja. Sedangkan perusahaan kargo adiknya Soeharto mendapatkan miliar an rupiah.

Menurut dia, itu baru hanya masalah kargo, belum lagi soal asuransinya . Dimana PT Garuda Indonesia harus menunjuk PT Bimantara sebagai penyelenggara asuransi.

Sementara itu, perusahaan Bimantara itu milik anak Soeharto yaitu Bambang Tri, selain itu, Bambang bukan hanya main di asuransinya,bahkan anak presiden ke-2 itu ingin dapat keuntungan besar dengan main di Garuda.

Sehingga akhirnya Bimantara masuk dalam pengadaan sewa pesawat yang dioperasikan dengan keuntungan terbesar.

Seperti diketahui, sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty mendesak penegak hukum untuk membongkar dugaan mark up biaya sewa maskapai Garuda Indonesia lewat leasing.

Baca juga :  Waspada ! Kasus Omicron Bertambah 11 Orang di Indonesia

Politisi PDIP ini meminta penegak hukum turun tangan dan mengusutkan yang menyebatkan perusahaan BUMN mengalami kerugian triliunan.

Evita meminta dalam pengusutan dugaan mark up itu harus dilakukan terhadap semua mantan direksi Garuda Indonesia yang harusnya bertanggung jawab penuh atas kerugian itu.

“Hukum harus ditegakkan bagi yang telah melakukan mark-up atas leasing pesawat sehingga menyebabkan kerugian Garuda. Ini harus dibongkar,” kata dia, Rabu (27/10/2021).

Lebih jauh dia membeberkan, apabila terbukti ada mark up antara pejabat Garuda Indonesia dengan lessor, maka telah melanggar etika dan hukum bisnis sehingga Garuda Indonesia pantas untuk melakukan renegoisasi ulang.

Selain itu, kata dia, Garuda Indonesia juga dapat menunda seluruh kewajiban terhadap lessor yang terbukti melakukan mark up.

Menurut dia, solusi bagi penyehatan Garuda, partainya selalu mengingat kesejarahan Garuda Indonesia sebagai flag carrier, dan membela kepentingan karyawan.
Kita tegaskan membela karyawan, dan menindak para eksekutif Garuda yang sudah menyalahgunakan kewenangan dengan melakukan kongkalingkong dengan lessor tertentu,” tegasnya.

Elvita juga menyinggung soal kasus dugaan adanya mark up yang melibatkan dirut Garuda dalam kasus pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce 2004-2015.

Kata dia, KPK kala itu lantaran harganya tidak dapat ditawar lagi pihak itu justru meminta agar haranya ditinggikan atau mark up. Selisih harga itu masuk ke kantong pribadi.
Sebagai perusahaan milik negara, Garuda seharusnya mencari harga termura dari suatu produk.

Bahkan ada pihak yang ingin mendapat keuntungan, perusahaan justru membeli barang dengan harga yang sengaja dimahalkan.

“Jadi kasus-kasus yang sama sangat mungkin terjadi di Maskapai Garuda Indonesia, sehingga ini saatnya semua dibuka,” bebernya.

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/11/06/pengamat-politik-yuyun-pirngadi-figur-pilres-2024-menentukan-pilihan-publik/

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, bahwa akan melakukan bersih-bersih terhadap perusahaan BUMN. Langkah Erick Thohir tersebut untuk menyelamatkan BUMN agar tetap sehat dan membongkar kebobrokan yang dilakukan oknum-oknum di BUMN.

Baca juga :  Sinergi BUMN, Waskita dan Barata Indonesia Tandatangani Kerja Sama Bisnis Saling Menguntungkan

SIMAK VIDEO : KORNELIUS CEK FAKTA “WAWANCARA EKSLUSIF BERSAMA KEPALA LAPAS KELAS I SUKAMUSKIN BANDUNG, ELLY YUZAR”

YouTube player

1 KOMENTAR

Comments are closed.