Jumat, 5 Juni 2026

Geram! Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tegaskan Anggotanya Tidak Emosi

Photo Author
- Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:59 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa seluruh anggotanya untuk mengontrol emosi.

Listyo mengungkapkan hal itu , akan berpengaruh pada kinerja Polri dimanapun berada.
“Jaga emosi jangan terpancing karena emosi yang mudah meledak dan tidak bisa dikontrol mungkin juga akan mengakibatkan perbuatan yang tidak terukur dan ini akan berdampak,” kata Listyo dalam video Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi.

“Apalagi bagi rekan-rekan yang diberikan kewenangan khusus oleh undang-undang. Ini berpotensi menjadi masalah bagi organisasi ,” jelasnya.

Kapolri menyebut mereka adalah calon pemimpin Polri di masa yang akan datang.
Dia berharap agar menjadi pemimpin yang menguasai lapangan bergerak cepat, inovatif, responsive, dan peka terhadap suatu perubahan situasi.

“Ini yang selalu saya tekankan. Untuk mengetahui apa yang ada di sekitar anak buah, apa yang disampaikan kepada masyarakat,” ucapnya.

Menurut dia, mudah diucapkan, tapi tidak mudah untuk dilaksanakan tapi ini saya yakin rekan-rekan adalah pemimpin-pemimpin yang membawa perubahan untuk masa depan Polri.

Seperti diketahui sebelumnya, Kapolda Kalimantan Utara Irjen Bambang Kristiyono,menonaktifkan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar dari  jabatanya setelah diduga melakukan penganiayaan kepada anak buah.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmad setelah video penganiayaan itu yang viral di media sosial.

 

Benar, Kapolda memerintahkan Kabid Propam untuk melakukan pemeriksaan awal pada Kapolres Nunukan dan anggota yang dipukul,” ujarnya , Selasa (26/10/2021).

 

Sementara itu, selama dalam pemeriksaan AKBP Syaiful dinonaktifkan dari jabatannya.

Kalau terbukti bersalah, akan diproses lebih lanjut. Terkait TR ,mutase perintah Kapolda itu dibatalkan,” ucapnya.

Rachmad mengungkapkan, bahwa surat penonaktifan Kapolres Nunukan akan dikeluarkan pada Selasa 26 Oktober 2021 ,” kata dia.

Seperti diketahui sebelumnya, video berdurasi 43 detik itu memperlihatkan seorang kapolres menendang anak buahnya sampai tersungkur di sebuah ruangan diduga di Aula Polres Nunukan.

Sejumlah anggota polisi pun kemudian mendekati namun Kapolres tetap melakukan penganiayaan terhadap anak buahnya.

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/news/2021/09/28/gebyar-akhir-tahun-nawacita-tv-gelar-kompetisi-berhadiah-jutaan-rupiah/

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini