Korban Perempuan (Litiwari Iman Gea) Jadi Tersangka, Kapolsek Polsek Persut Sei Tuan  Terancam Dicopot

0
699
Aktivis Anti Premanisme Indonesia, Faigiziduhu Ndruru.

Jakarta, NAWACITAPOST – Buntut penetapan Korban perempuan (Litiwari Iman Gea) jadi tersangka, Kapolrestabes Medan mencopot Kanit Reskrim Polsek Persut Sei Tuan, terhitung sejak 12 Oktober 2021. Pasalnya, berdasarkan audit, disimpulkan bahwa penyidikan terhadap kasus dugaan penganiayaan itu tidak profesional.

Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah

Sementara Kapolseknya wewenang Kapolda Sumatera Utara, tetapi jika terbukti dalam penanganan penyidikan terhadap kasus viral pedagang pasar tersebut tidak profesional terancam dicopot juga. Yang jelas kasus ini tetap berjalan untuk ditangani. Begitulah keterangan  Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Simak berita lainnya di Youtube NAWACITA TV

Lanjut Argo, penyidikan ketidak profesionalan terkait penanganan kasus ini masih berjalan.

Baca Juga : Litiwari Iman Gea Perempuan Korban Penganiayan Preman yang Jadi Tersangka, Ini Pendapat Tokoh Nias

Sebelumnya, setelah viral video seorang pedagang perempuan Litiwari Iman Gea  diduga mengalami  penganiayaan oleh preman pria berbadan tegap, BS pada 5 September 2021 di Pasar Gambir tersebut.

Viralnya video di pasar tersebut, membuat Polsek Persut Sei Tuan menangkap BS  yang diduga menganiaya Litiwari Iman Gea.

Namun, setelah ditangkap, BS melaporkan balik LIG, karena merasa dipukuli juga.

Pada 2 Oktober 2021 surat berkop Polsek Persut Sei Tuan dengan judul surat Panggilan bernomor S.Pgl/642/IX/2021/Reskrim memanggil LIG pada 8 Oktober 2021  untuk dimintai keterangannya sebagai tersangka.

Surat pemanggilan LIG sebagai korban menjadi tersangka olek polsek Persut Sei Tuan, menimbulkan gejolak di berbagai kalangan. Sehingga kasus ini diambil alih oleh Polda Sumut dan Mabes Polri.

Sementara itu Aktivis Anti Premanisme  Indonesia, Faigiziduhu Ndruru ketika dihubungi nawacitapost.com di ruang kerjanya, kawasan Bekasi, Rabu (13/10/2021). “Mengapresiasi tindakan pimpinan Polrestabes Medan mencopot Kanit Reskrim Polsek Persut Sei Tuan, dan terancamnya pencopotan Kapolsek yang jika terbukti dalam audit penyidikan bisa juga dicopot, jika tidak profesionalisme,  dan itu memang wewenangnya ada di  Kapolda

Terancamnya pencopotan Kapolsek Percut Sei Tuan dan sudah dicopotnya Kanit Reskrim di Polsek itu, diduga memang ada tindakan oknum polisi tersebut yang tidak masuk akal dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung masyarakat, tandasnya.

Aneh tapi nyata seorang perempuan diduga dianiaya preman berbadan seperti gajah, tapi korban perempuan tersebut bisa jadi tersangka. Dugaannya, ini sering terjadi di mana-mana, tapi syukurlah sudah ada tindakan tegas dari pimpinan Polrestabes Medan, Polda Sumut, dan  Mabes Polri pada kasus ini. Harapannya, kasus Litiwari Iman Gea cukup pertama dan terakhir, dan polisi betul-betul menjadi penegak hukum yang adil, pungkasnya.