Sesuai Instruksi Jokowi, Sofyan Djalil Akan Pidanakan Pegawai BPN Jadi Mafia Tanah

0
180

Jakarta, NAWACITAPOSTPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberantas mafia tanah.

Sesuai intruksi Jokowi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan bahwa pihaknya akan menindak siapapun yang terlibat dalam mafia tanah termasuk jajarannya.

Tidak segan-segan Sofyan Djalil langsung melakukan tindakan dengan bekerjasama dengan Barsekrim Polri dalam membongkar jajarannya yang menjadi mafia tanah.
Sofyan Djalil mengaku bahwa pihaknya juga telah mulai bersih-bersih secara internal. Bahkan dia akan memecat pegawai BPN yang terbukti ada main dengan mafia tanah.

‘Kalau di BPN, kalau orang bilang bagian dari mafia tanah, itu saya akui benar, kita perangi betul di internal juga. Kita pecat orang-orang yang terlibat. Saat ini banyak program bersih-bersih internal.” ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, Presiden Jokowi pun mengingatkan jajaran Polri untuk tidak ragu-ragu mengusut mafia-mafia tanah yang ada.

“Jangan sampai juga ada aparat penegak hukum yang membekingi mafia tanah tersebut. Perjuangkan hak masyarakat dan tegakkan hukum secara tegas,” tegasnya.

 

Pada kesempatan itu, Presiden juga kembali menegaskan komitmen negara untuk benar-benar mengurai konflik agraria yang ada serta mewujudkan reformasi agraria bagi masyarakat dan memastikan ketersediaan dan kepastian ruang hidup yang adil bagi rakyat.

“Saya sudah berkali-kali menyampaikan bahwa tidak ingin konflik agraria yang terjadi di banyak daerah ini terus menerus berlangsung, dan saya tidak ingin rakyat kecil tidak mempunyai kepastian hukum terhadap lahan yang menjadi sandaran hidup mereka. Saya juga tidak ingin para pengusaha tidak mempunyai kepastian hukum atas lahan usahanya,” ujarnya.

Presiden mengungkapkan, ia telah memimpin sejumlah Rapat Terbatas untuk membahas mengenai kepastian hukum terhadap lahan tersebut.

Sejumlah kepala daerah juga sering diundang untuk menuntaskan konflik-konflik agraria yang ada di daerahnya. Tak hanya itu, Presiden juga mengundang perwakilan organisasi masyarakat sipil untuk berdiskusi mengenai pilihan-pilihan dalam penyelesaian setiap kasus tanah yang ada.

“Kepastian hukum atas tanah yang memberikan keadilan kepada seluruh pihak adalah kepentingan kita bersama. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan kepastian hukum yang berkeadilan ini,” tandasnya.

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/hukum/2021/10/11/gandeng-polri-sofyan-djalil-siap-sikat-pegawai-bpn-jadi-mafia-tanah