Pembangunan Kendali Banjir Sungai Loji, Waskita Raih Kontrak Senilai Rp 460 Milyar

0
132

Jakarta, NAWACITAPOST PT Waskita Karya kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengerjakan proyek meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19. Kali ini Waskita ditunjuk untuk mengerjakan proyek Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger Paket I yang berada di Pekalongan, Jawa Tengah. Penunjukan ini setelah selesainya proses Pengadaan Jasa Kontruksi dan Konsultasi serta sudah diterbitkanya Surat Penunjukan Penyedia Paket Pekerjaan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Lokasi pengerjaan berada di Trase Tanggul di Sungai Loji, Kota Pekalongan. Penunjukkan Waskita ini tertuang dalam perjanjian kontrak yang ditandatangani Perseroan yang diwakili oleh Senior Vice President Infrastructure I Division, I Nyoman Agus Pastima dan disaksikan oleh Director of Operation II Bambang Rianto.

“Waskita telah menandatangani kontrak untuk pengerjaan Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger Paket I di Pekalongan dengan nilai Rp460 miliar,” kata Bambang Rianto.

“Nantinya proses pengerjaan ini akan memakan waktu 720 hari kalender. Mulai tanggal 30
September 2021 hingga 3 Oktober 2023,” lanjut Bambang Rianto.

Baca Juga : Final Pertandingan Bulutangkis Dalam Rangka HDKD 2021

Sementara itu sumber pendanaan pembangunan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021-2023. “30 September 2021 – 3 Oktober 2023 masa pembangunan ini. Mudahmudahan akan selesai tepat waktu,” ucap Bambang Rianto.
Pada proyek ini ada 13 lingkup pekerjaan yang dikerjakan Waskita yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan sistem manajemen keselamatan konstruksi, pekerjaan cofferdam, pekerjaan kolam retensi dan kolam tambat kapal. Lalu kolam retensi bagian kiri, pekerjaan parapat kemudian bangunan pelimpah dan jembatan penyebrangan.

Baca Juga : Drama Teatrikal ‘Tujuh Pusara’ di Rutan Kelas I Cipinang

“Waskita juga mengerjakan pekerjaan bangunan utama atau bendung gerak, lalu jalan menuju bendung kemudian pintu bendung gerak, bangunan rumah pompa, mekanikal elektrikal, dan regulator gate,” beber Bambang Rianto.

Bambang berharap dengan dibangunnya pengendalian banjir dan rob ini bisa mencegah terjadinya banjir dan rob di wilayah Pekalongan. “Mudah-mudahan apa yang Kita bangun bermanfaat untuk masyarakat Pekalongan. Agar Pekalongan bebas dari banjir apalagi sering terjadi pasang surut air laut, elevasi kawasan lebih rendah daripada elevasi muka air, dan penurunan tanah,” tutur Bambang Rianto.

(Emrick)