Kamis, 4 Juni 2026

Viral Misa Pemakaman Warga Kristen di Depan Masjid, Ini Tanggapan Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom M.Th dan Aktivis Kerukunan Umat Otoli Zebua 

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 5 Oktober 2021 | 13:32 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - YANG kita dengar dan lihat di media adalah pengrusakan dan pembakaran tempat ibadah diberbagai daerah Indonesia. Larangan mengucapkan salam di hari raya. Ekstrimnya agama dipakai sebagai alat politik di Pilkada 2017. Jualan ayat dan agama semerbak kala itu. Pelarangan yang tidak memilih pemimpin seagama tidak boleh di di sholatkan. Itu saat-saat kelompok eks  FPI dan HTI bebas berkiprah di Indonesia. 2017 HTI dibubarkan pemerintah, 3 tahun kemudian, tahun 2020 FPI pun sama tidak boleh melaksanakan aktivitasnya di bumi pertiwi Indonesia.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi, Kerukunan Umat Beragama Harus Terus Dirawat



Efek positif yang didapat. Terjadi peristiwa toleransi luar biasa yang bukan hanya sebuah kata dan tempelan di wall media sosial Facebook saja, tetapi sungguh nyata. Adanya  toleransi nyata itu ada di kawasan Kemayoran tepatnya di depan sebuah Masjid Darussalam, diadakan kebaktian misa pemakaman untuk seorang ibu yang meninggal. Kebetulan rumahnya melewati gang sempit yang letaknya disamping Masjid tersebut. Berikut ungkapan penuh makna dari netizen yang diunggah di facebooknya.

"Indahnya harmoni dan toleransi di Cempaka Putih. Hari ini mengikuti kebaktian tutup peti. Dimana istri keponakan meninggal dunia. karena satu hal lokasi rumah di gang sempit dan peti tidak bisa masuk ke dalam rumah, ada kejadian luar biasa yang kami rasakan, karena diizinkan beribadah didepan masjid. Terimakasih saudaraku pengurus masjid dan masyarakat disekitar atas bantuan dan "Toleransi yang Super Tinggi." Kiranya Tuhan memberkati dan melindungi  serta memberi berkah  untuk kalian semua. Love You All," jelas netizen yang sudah dibagikan kemarin sebanyak 39 kali video viral penuh makna itu.

Terkait toleransi penuh makna positif tersebut, nawacitapost.com menghubungi Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom M.Th, Selasa (5/10/2021) melalui pesan tertulisnya menyatakan "Inilah contoh nyata Kerukunan Eksistensial, dimana kerjasama, pengertian, solidaritas dan kemanusiaan diwujudkan dalam aksi nyata. Mereka menghidupi warisan nenek moyang kita, tetapi lebih dari itu, menunjukkan wajah beragama yang sesungguhnya: kemanusiaan dan kebaikan. Kebaikan itu tidak memiliki batas dan sekat, dia melampaui suku, agama dan ras. Terimakasih masyarakat dan pengurus mesjid tersebut, yang telah memberikan khotbah yang hidup kepada kita. Apresiasi saya yang luar biasa. Semoga kisah-kisah kemanusiaan dan kebaikan seperti ini dapat kita hidupi dan duplikasi terus menerus, demi kejayaan Indonesia tercinta."

Hal senada disampaikan Otoli Zebua aktivis kerukunan umat beragama Jabodetabek, ketika dihubungi terpisah oleh nawacitapost.com, Selasa (5/10/2021) "Peristiwa ini sangat jarang kita temukan, namun menunjukkan bahwa seperti inilah indonesia sesungguhnya saling menolong, saling membantu, toleransi dan semangat kebhinekaan harus tetap kita jaga di negeri ini, saya terharu melihat peristiwa ini bagaimana seorang Jenazah orang kristen disemayamkan di depan mesjid tanpa gangguan dan berjalan baik, hal seperti ini.kita harus pertahankan dan terus kita praktekkan di seluruh wilayah indonesia, saya pastikan Indonesia damai, rukun dan menghasilkan kekuatan baru untuk indonesia."

Yang jelas, kehidupan umat beragama di Indonesia yang penuh makna dalam toleransi, bukan hanya ada di ruang-ruang megah seminar, diskusi,dan workshop yang dilakukan para 'elit-elit' agama. Namun ditingkat jemaat, jamaah telah ada dan dilakukan tanpa birokasi yang rumit. Terus rawat, dan kembangkan. Masjid Darussalam mewangi semerbak ke seantero Indonesia

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini