Baca Juga : Di Tengah Pandemi, Kerukunan Umat Beragama Harus Terus Dirawat
Efek positif yang didapat. Terjadi peristiwa toleransi luar biasa yang bukan hanya sebuah kata dan tempelan di wall media sosial Facebook saja, tetapi sungguh nyata. Adanya toleransi nyata itu ada di kawasan Kemayoran tepatnya di depan sebuah Masjid Darussalam, diadakan kebaktian misa pemakaman untuk seorang ibu yang meninggal. Kebetulan rumahnya melewati gang sempit yang letaknya disamping Masjid tersebut. Berikut ungkapan penuh makna dari netizen yang diunggah di facebooknya.
"Indahnya harmoni dan toleransi di Cempaka Putih. Hari ini mengikuti kebaktian tutup peti. Dimana istri keponakan meninggal dunia. karena satu hal lokasi rumah di gang sempit dan peti tidak bisa masuk ke dalam rumah, ada kejadian luar biasa yang kami rasakan, karena diizinkan beribadah didepan masjid. Terimakasih saudaraku pengurus masjid dan masyarakat disekitar atas bantuan dan "Toleransi yang Super Tinggi." Kiranya Tuhan memberkati dan melindungi serta memberi berkah untuk kalian semua. Love You All," jelas netizen yang sudah dibagikan kemarin sebanyak 39 kali video viral penuh makna itu.
Terkait toleransi penuh makna positif tersebut, nawacitapost.com menghubungi Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom M.Th, Selasa (5/10/2021) melalui pesan tertulisnya menyatakan "Inilah contoh nyata Kerukunan Eksistensial, dimana kerjasama, pengertian, solidaritas dan kemanusiaan diwujudkan dalam aksi nyata. Mereka menghidupi warisan nenek moyang kita, tetapi lebih dari itu, menunjukkan wajah beragama yang sesungguhnya: kemanusiaan dan kebaikan. Kebaikan itu tidak memiliki batas dan sekat, dia melampaui suku, agama dan ras. Terimakasih masyarakat dan pengurus mesjid tersebut, yang telah memberikan khotbah yang hidup kepada kita. Apresiasi saya yang luar biasa. Semoga kisah-kisah kemanusiaan dan kebaikan seperti ini dapat kita hidupi dan duplikasi terus menerus, demi kejayaan Indonesia tercinta."
Hal senada disampaikan Otoli Zebua aktivis kerukunan umat beragama Jabodetabek, ketika dihubungi terpisah oleh nawacitapost.com, Selasa (5/10/2021) "Peristiwa ini sangat jarang kita temukan, namun menunjukkan bahwa seperti inilah indonesia sesungguhnya saling menolong, saling membantu, toleransi dan semangat kebhinekaan harus tetap kita jaga di negeri ini, saya terharu melihat peristiwa ini bagaimana seorang Jenazah orang kristen disemayamkan di depan mesjid tanpa gangguan dan berjalan baik, hal seperti ini.kita harus pertahankan dan terus kita praktekkan di seluruh wilayah indonesia, saya pastikan Indonesia damai, rukun dan menghasilkan kekuatan baru untuk indonesia."
Yang jelas, kehidupan umat beragama di Indonesia yang penuh makna dalam toleransi, bukan hanya ada di ruang-ruang megah seminar, diskusi,dan workshop yang dilakukan para 'elit-elit' agama. Namun ditingkat jemaat, jamaah telah ada dan dilakukan tanpa birokasi yang rumit. Terus rawat, dan kembangkan. Masjid Darussalam mewangi semerbak ke seantero Indonesia