Rabu, 27 Mei 2026

Sabam Sirait Putra Batak Berpengaruh Luas di Pentas Politik Nasional

Photo Author
Agus Irawan, Nawacita Post
- Kamis, 30 September 2021 | 10:31 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Presiden Joko Widodo menghubungi keluarga setelah mengetahui pendiri PDI Perjuangan Sabam Sirait meninggal dunia.

Presiden menyampaikan duka terdalam dan mendoakan Sabam agar terima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu disampaikan oleh menantu Sabam Sirait, Putra Nababan dikutp NAWACITAPOST dari JPNN, Kamis (30/9/2021).

“Tadi Bapak Presiden sudah menelepon dan menyampaikan agar kami sekeluarga tabah dan juga agar dibeirkan kekuatan dan mendoakan,” kata Putra Nababan.

Diketahui, Sabam Sirait meninggal dunia di Rumah Sakit Karawaci, Tangerang, Rabu (29/9/2021) pada pukul 22.37 WIB.

Menurut Anggota Komisi X DPR RI ini mengungkapkan anaknya seperti Maruarar Sirait, Batara Imanuel Sirait, Johan Sirait, dan istri Putra, Mira Sirait. Putra juga menyampaikan istri Sabam, Sondang Sidabutar sudah berada di rumah sakit.

“Jadi pak presiden telepon langsung dan bicara langsung sama istri dan di speaker phone dan bicara langsung juga sama istri Pak Sabam dan Pak Ara juga,” ujarnya.

Selain itu, pihak PDIP juga telah menyampaikan belasungkawa diantaranya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Eko Sotarduga.

Profil Sabam Sirait

Sabam Sirait lahir pada 13 Oktober 1936 di Pulau Simardan , Tanjyngbalai, Sumatera Utara (Sumut). Dia menikah dengan dr Sondang Sidabutar MM dan dikaruniai empat orang anak.

Awal karir politiknya , Sabam bergabung dengan Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Sabam juga sempat menjabat sebagai pejabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) pada periode 1963 sampai dengan 1967. Selanjutnya menjabat sebagai Sekjen Parkindo pada periode 1967-1973.

Sabam berkiprah di Lembaga di legislative sejak tahun 1967. Saat itu, pada periode 1967 sampai 1973, dia menjadi anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR). Kiprahnya diparlemen pun tetap berlanjut dengan menjadi anggota DPR RI periode 1973 sampai 1982.

Dia kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA _RI) periode 1983-1993.

Sabam menjadi anggota DPR-RI pada periode 1992 sampai 2009. Sempat berhenti masuk parlemen, dia kembali ke Senayan dengan menjadi anggota DPD RI pada periode 2019 sampai sekarang.

 

Deklarator PDI dan PDIP

Bahkan putra batak ini dikenal memiliki peran penting dalam sejarah Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Pada tahun 1973, Pemerintahan Soeharto atau Orde Baru membuat kebijakan fungsi partai dengan hanya mengizinkan dua partai yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), dan satu Golongan Karya (Golkar).

Tak hanya itu, partai-partai sebelumnya yang berhaluan Silam melebur ke dalam PPP.

Sementara Parkindo dan partai berhaluan nasionalis melebur menjadi PDI, Sabam yang menjadi Sekjen Parkindo menjadi deklator PDIP tahun 1973.

Sementara itu, Sabam Sirait sendiri di PDI memiliki peran yang penting . Dia ditunjuk tiga kali menjadi Sekjen PDI pada periode 1973 sampai 1976, 1976 sampai 1981, dan periode 1981-1986.

Kemudian saat PDI diterjang konflik karena intervensi pemerintah Orba, Sabam Sirait berada di barisan pendukung Megawati Soekarnoputri, pada September 1998, bersama pendukung Megawati lainnya, dia mendiriknya PDI Perjuangan (PDIP).

Sambam di PDIP menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) dari tahun 1998 sampai 2008.

Pada 1 Oktober 2019, Sabam adalah pimpinan MPR tertua periode 2019-2024. Pengabdiannya di bidang politik Indonesia memang tidak diragukan. Dia juga sebagai Sekjen pertama PDI.

Editor: Agus Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB