Ibas Yudhoyono Sebut Negara Gagal, Dunia Internasional Akui Jokowi

0
124
Edhie Baskoro Yudhoyono biasa disapa Ibas

Jakarta, NAWACITAPOSTNEGARA gagal, karena  pemerintahan Jokowi tidak memiliki kepekaan dan kesiapsiagaan terkait pandemi. Hal itu dikatakan Edhie Baskoro Yudhoyono biasa disapa Ibas Yudhoyono, putra mahkota kedua SBY, pada awal Juli 2021.

Baca Juga : Kubu Moeldoko Menang di Pengadilan, KLB Demokrat Deli Serdang Sah Secara Hukum

Memang, saat Ibas menyatakan itu, puncak-puncaknya pandemi Covid melanda Indonesia sampai 55 ribu lebih yang positif Covid-19, sembuhnya sedikit, dan meninggal banyak.

Pernyataan Ibas bukannya dibela. Malah dikiritik habis-habisan. Koleganya di DPR dari PKB Luqman Hakim. Ia mencemaskan balik pernyataan Ibas itu. Ia menyebut, kekhawatiran Ibas terlalu berlebihan. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda Indonesia mengarah ke negara gagal dalam penanganan pandemi.

Lewat akun Twitternya @LuqmanBeeNKRI polisiti PKB itu berkomentar seperti ini: “Tidak ada satupun indikasi negara gagal yang saat ini terjadi di Indonesia. Mungkin yang dilihat Mas Ibas bukan Indonesia, bisa jadi usai nonton drama Korea,” tulis cuitan Luqman Hakim, yang diposting awal Juli 2021.

Pernyataan Ibas terkait itu, bisa dimaklumi dan dipahami. Setelah sejumlah pertemuan dengan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri sebelum pengumuman Kabinet Indonesia Bersatu. Tak ada nama sang kakaknya, AHY masuk di  Kabinet. Alias terhempas dan terlempar entah kemana.

Terkait lainnya, mungkin juga ditambah kisruh Demokrat yang kata pihak SBY direstui Istana. Maka. akibat dari itu, Cikeas melalui SBY dan AHY menyalahkan Presiden Jokowi yang tidak menegur KSP Moeldoko terkait kisruh internal partainya. Ditambah lagi, Moeldoko menghadiri Kongres Luas Biasa Partai Demokrat Deli Serdang pada awal Maret 2021.

SBY dan AHY menginginkan Jokowi menegur kalau perlu mencopot Moeldoko di KSP. Jokowi pun enggan masuk dalam pusaran kisruh Demokrat. Bahkan Moeldoko mengatakan kisruh Demokrat tak ada sangkut pautnya dengan Jokowi.

Dua bulan lebih silam lalu, Ibas mengucapkan negara gagal. Justru yang terjadi kini (Covid -19 :  Sembuh diatas 10 ribu, positif 2 ribuan, dan meninggal dibawah 70). Indonesia dibawah pemerintahan Jokowi diakui dunia Internasional. Bahkan politisi Malaysia menyentil Menkes negeri jiran untuk belajar dari Indonesia, Filipina tak segan-segan ingin mencontek model Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke negaranya.

Paling anyar, Jokowi menjadi Ketua G20 (negara-negara)  di tahun 2022 dengan mengusung tema besar Recover Together, Recover Stronger. Sedangkan G20 sendiri adalah G20 adalah singkatan dari “Group of Twenty” atau “Kelompok 20” yang  menghimpun hampir 90 persen Produk Nasional Bruto  (PNB, GNP) dunia, 80 persen total perdagangan dunia dan dua per tiga penduduk dunia.

Seharusnya, jika Ibas ingin naik statusnya menjadi politisi yang negarawan. Keberhasilan Jokowi yang diakui dunia internasional, disebut juga. Sayang, pernyataan yang diharapkan itu tak pernah keluar dari mulutnya.

Yang ada malah menunggu kegagalan dari pemerintahan Jokowi, mungkin harapannya covid naik lagi? Atau hal lainnya yang tak bisa diatasi Kakek Jan Ethes Srinarendra.