Politik SBY Runtuh, AHY Miskin Pengalaman Memimpin Sipil

0
251
Foto : Susilo Bambang Yudhoyono bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) /sumber facebook SBY

Jakarta,NAWACITAPOST-Presiden ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membangun kekuatan Dinasti Cikeas dengan tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui Partai Demokrat akan menjadi sia-sia. Sebab Partai Demokrat saat ini masih dalam konflik internal terkait dualisme kepengurusan.

 

 

Selain itu, figur SBY saat ini tidak lagi berdampak terhadap citra politik AHY sebagai Ketum Partai Demokrat. Sehingga kekuatan politik SBY semakin runtuh. Kemudian minimnya pengalaman AHY dipolitik membuat Partai Demokrat semakin sulit untuk bertarung di Pilpres 2024.

 

Tak hanya itu dengan munculnya nama Ibas Yudhoyono dan AHY di dalam pengurusan Partai Demokrat semakin membuat Demokrat menjadi berat dalam pemilu 2024. Sementara itu perseteruan internal Partai Demokrat kubu AHY dengan kubu KLB Deli Serdang (Moeldoko) akan membuat dukungan terpecah.

Namun, sejumlah pihak menilai bahwa SBY hanya ingin menguasai Partai Demokrat demi Dinasti Cikeas.

 

Seperti beberapa waktu lalu mantan Kader Demokrat Ferdinand Hutahean menilai bahwa SBY bukan sosok figur yang tepat menjadi negarawan.

 

Ferdinand Hutahean mengaku soal pernyataan pendiri Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyampaikan bahwa kadernya agar mendekatkan diri dengan masyarakat dengan menampung aspirasi dan mengusung tagline “Berkoalisi dengan Rakyat”, partai Demokrat kubu AHY ini ingin selamanya berkoalisi dengan rakyat.

Ferdinand menilai apa yang disampaikan SBY soal berkoalisi dengan Rakyat sangat bertolak belaka, pasalnya selama ini Partai Demokrat lebih dikenal dengan berbagai kasus diantaranya soal dugaan kasus korupsi yang terjadi seperti Budhi Sarwono ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018., kemudian kasus korupsi Bank Century dan Hambalang yang sampai saat ini belum juga terungkap siapa yang bertanggung jawan atas korupsi kasus tersebut.

 

Sementara itu, SBY dinilai sosok yang tidak pernah legowo jika Partai Demokrat dikuasai bukan dari dinasti Cikeas.

 

Selain  itu, SBY juga banyak kasus yang belum terungkap di era kepemimpinan SBY akan membuat figure SBY semakin sulit untuk menjadi perhatian masyarakat.

 

Dr.Yuyun Pirngadi dari Yp Institute for Fiscal and Monetary Policy menilai bahwa keluarnya mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akan membawa kabar baru bagi Partai Demokrat kubu AHY dan Keluarga Cikeas.

Yuyun mengatakan, Anas Urbaningrum akan membeberkan siapa saja pihak yang terlibat selama ini yang membuat dirinya masuk ke dalam tahanan KPK, akibat dugaan korupsi proyek Hambalang tersebut yang terjadi di era kepemimpinan Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Yuyun menyebutkan jika Anas Urbaningrum berani membongkar dalang dibalik kasus korupsi proyek Hambalang, maka akan membuat pihak yang terlibat getar-getir, karena patut diduga ada keterlibatan keluarga Cikeas. Bahkan Ibas Yudhoyono diduga ikut dalam menikmati korupsi proyek Hambalang tersebut.

Tidak sampai disitu, Yuyun menduga ada peran kuat pimpinan KPK lama yakni, Abraham Samad sebagai Ketua KPK, dan Bambang Widjojanto sebagai Wakil Ketua KPK dalam menjatuhkan Anas Urabningrum sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang.

“Kita menduga ada peran kedua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto (BW) dalam menjatukan Anas Urbaningrum sebagai tersangka KPK terkait kasus dugaan korupsi Hambalang.

Dia menilai bahwa langkah itu dilakukan untuk menyelamatkan keluarga Cikeas yakni SBY dan Ibas dari keterlibatan kasus korupsi proyek Hambalang.

“Ya ada dugaan kalau AS dan BW sengaja menjadikan Anas urbaningrum sebagai tersangka korupsi proyek Hambalang.Karena kedua pimpinan KPK itu ingin selamatkan SBY dan Ibas dari kasus korupsi Hambalang itu, “ ujarnya.

Adanya Konspirasi Abraham Samad dan BW Untuk Lengserkan Anas Urbaningrum Jadi Ketum Partai Demokrat Lewat tangan KPK

Sementara itu kebohongan lainnya diungkap oleh para loyalis Anas Urbaningrum (AU) langsung bereaksi begitu tahu bahwa Bambang Widjojanto (BW) menjadi pengacara kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kisruh Partai Demokrat (PD), yang berujung dengan lainnya dualism Kepengurusan DPP PD.

Tampilnya BW di kubu AHY, meskipun dikemas dalam hubungan sebagai klien dengan penasehat hukum dalam kasus KLB PD. Tetapi hal itu telah membuka kotak pandora atau selunun yang selama ini secara samar-samar menutupi adanya kospirasi untuk melengserkan Anas dari kursi ketua umu DPP PD lewat tangan KPK.

Kemudian para loyalis Anas Urbaningrum (AU) langsung bereaksi begitu tahu bahwa Bambang Widjojanto (BW) menjadi pengacara kubu AHY dalam ksiruh PD, yang berujung dengan lainnya dualisme Kepengurusan DPP PD.

Jika saja konspirasi ini benar, maka hal ini membuktikan bawah KPK di era Abraham Sama (AS) dan BW secara diam-diam menjadikan KPK sebagai alat kekuasaan politik SBY di internal PD yang tengah tidak disukai.

Gede Pasek Suardika mengatakan, sebagai mantan kader PD dirinya mengetahui bahwa sosok BW sebagai kuasa hukum AHY telah membangkitkan memori kader PD bahkan memori publik pada rangkaian Panjang kisah lengsernya AU dari kursi Ketum PD.

Gede Pasek Suardika mengungkapkan dalam kasus AU terdapat dua sosok komisioner KPK bersemangat ingin memenjarakan Anas Urbaningrum yaitu AS dan BW, karena itu para kader Partai Demokrat wajib mendalami isu pelengseran Anas Urbaingrum pada waktu itu untuk memastikan apakah ada konspirasi antara SBY dengan KPK untuk melengserkan AU demi mewujudkan ambisi SBY membangun dinasti dalam Partai Demokrat.

Bahkan Gede Pasek tidak segan-segan membeberkan melalui akun twitternya @G_paseksuardika, beberapa wakttu lalu bahwa adanya kubu SBY untuk menjerat AU dengan mengatakan, pihaknya telah memeriksa lebih dari 350 orang saksi, namun waktu itu KPK masih kesulitan menemukan peristiwa pidana apa dan dengan alat bukti apa KPK dapat menjerat AU.

Membangun Dinasti Cikeas dalam Partai Demokrat

Selain itu, manuver SBY membangun dinasti Cikeas dalam Partai Demokrat dengan memastikan karir politik sejumlah kader PD yang berpotensi dan menonjol untuk menjadi calon pemimpin masa depan, semakin lama semakin terbongkar sebagaimana terungkap dalam KLB PD kubu Moeldoko.

Bahkan sejumlah kader PD mulai berani mengangkat nasib mantan Ketum DPP PD Anas urbaningrum . Bahkan Gede Pasek membeberkan pola hubungan SBY selaku Presiden dengan AS dan BW selaku pimpinan KPK memainkan peran kriminalisasi AU untuk mendepak AU dari kursi Ketum PD dan berhasil.

Sejumlah kader PD saat ini mulai berani mengangkat nasib mantan Ketua Umum DPP PD AU sebagaimana penuturan GPS dalam akun twitternya beberapa waktu lalu, mengungkap bagaimana pola hubungan SBY selaku Presiden dengan AS dan BW selaku pimpinan KPK memainkan peran kriminalisasi AU untuk mendepak AU dari kursi Ketua Umum PD dan berhasil.