Jakarta, NAWACITAPOST – Indonesia telah ditetapkan sebagai Presidensi G20 Tahun 2022 pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-15 Riyadh, Arab Saudi, pada tanggal 22 November tahun lalu. Serah terima dari Presidensi G20 saat ini, yaitu Italia ke Indonesia akan dilakukan pada KTT G-20 yang akan dilaksanakan di Roma, Italia. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkap beberapa kesiapan Indonesia.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menghadiri acara Global Covid-19 Summit atas undangan pribadi dari Presiden Amerika Serikat, Joe Biden Rabu (22/09/2021) bersama 4 pemimpin negara lainnya. Pertemuan itu membahas kasus Covid-19 dunia, disana Jokowi diberi kesempatan memberi saran dalam penanganan Covid-19 bagi dunia.

Baca Juga : Optimalisasi Zero Halinar, Lapas Kelas IIA Samarinda Razia Blok Hunian WBP

Dalam pertemuannya, melalui Menkes, Presiden RI menjelaskan agar dunia membangun arsitektur sistem ketahanan kesehatan yang baru, sebab menurutnya sistem saat ini bersifat tidak lokal. “perlu segera dibangun arsitektur sistem ketahanan kesehatan yg baru, karena sistem kesehatan dunia tidak lokal. Saat pandemi terlihat bahwa sistem kesehatan negara erat kaitannya dengan sistem kesehatan negara lain,” jelas Budi dalam siaran pers di youtube Kemensetneg, Kamis (23/04/2021).

Mekanisme Global untuk sumber daya kesehatan yang dapat diakses seluruh negara perlu dibangun, khususnya negara berkembang jika mengalami krisis kesehatan. “sistem kesehatan harus sama seperti sistem keuangan global dalam AMF yang tata kelolanya jelas, partisipasinya jelas bisa menyelamatkan keuangan fiskal dan moneter negara berkembang. Indonesia berharap bisa menbangun sistem kesehatan seperti sistem keuangan dengan AMF tersebut,” tuturnya.

Baca Juga : Rakernispas Kumham Jabar, Optimalkan Efektivitas Fungsi Pemasyarakatan

Perlu juga untuk menyusun standar prokes agar aktifitas global seperti transportasi, pertemuan, dan perjalanan dapat mengikuti standar prokes yang sama. “agar tak khawatir ketika ke negara lain, seperti perjalanan menggunakan paspor. Ini bisa memudahkan pergerakan seluruh orang ke seluruh negara,” jelas Budi.

Baca juga :  Ini Pesan Presiden Jokowi Kepada Umat Kristiani Dalam Perayaan Natal 2018

Kemudian ditekankan Indonesia bakal menjadi presiden G20 tahun depan, Presiden berkomitmen untuk siap menjadi global HAP manufacturing dari vaksin MRNA yang dibutuhkan dalam vaksinasi diseluruh dunia. Presiden juga menyatakan kesiapannya untuk menyusun arsitektur kesehatan global, dan sistem keuangan yang baru.

3 hal yg harus dilakukan oleh pemimpin dunia segera menurut Presiden RI antara lain :
1. Harus berkomitmen bersama dalam vaksinasi seluruh umat manusia. Hal ini mengacu pada target 40% yang ditetapkan WHO dari populasi dunia bisa divaksin. Kemudian target WHO tahun depan sebesar 70% populasi.
2. Bertindak menyelamatkan nyawa jutaan manusia, karena tercatat 4,5 juta warga dunia meninggal akibat covid-19. Dengan memenuhi kebutuhan oksigen, sarana 3T (tracing, testing, treatment) dan obat-obatan.
3. Bangun masa depan yang lebih baik dengan pembaruan arsitektur global, ketahanan dunia dan perbaikan pembiayaan kesehatan dunia.
4. Seluruh negara harus memiliki ketahanan kesehatan yang baik.

YouTube player