Aset Cendana Sudah Mulai Dideteksi, Negara Segera Bertindak?

0
424

Jakarta, NAWACITAPOST– Pemerintah Jokowi melakukan langkah tegas dalam menindaklanjuti aset negara yang selama ini belum terungkap. Salah satu aset yang diambil adalah aset Cendana yang selama ini belum terbongkar.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemerintah Swiss dikabarkan sepakat boikot harta koruptor.

Bahkan, dalam informasi itu, disampaikan bahwa Cendana siap-siap jatuh miskin jika semua harta milik Cendana diambil alih pemerintah.

Sementara itu informasi itu viral setelah kanal You Tube Politik Nusantara mengunggah video berjudul” Berita Terkini ~ Harta Cendana Di Swiss Disita Negara,Tomy Gemetaran,Ketakutan Setelah Dengar Ini pada 16 September 2021.

.
Dalam video itu disampaikan bahwa Tommy Soeharto syok berat atas perintah yang diberikan oleh Jokowi.

 

Informasi itu setelah beredar kanal You Tube Politik Nusantara mengunggah video berjudul” Berita Terkini-Harta Cendana Di Swiss Disita Negara, Tomy Gemeteran. Ketakutan Setelah Dengar Ini”pada 15 September 2021.

BACA JUGA: https://nawacitapost.com/nasional/2021/08/28/ada-utang-tommy-soeharto-sri-mulyani-kejar-aset-blbi-rp-110-triliun

Pada video itu terlihat potret seorang pria yang di klaim sebagai Tommy Soeharto sedang dikelilingin beberapa anggota kepolisian dan kejaksaan.

Sementara itu, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta para debitur dan obligor  BLBI untuk menyelesaikan utang mereka ke negara, bahkan ada beberapa yang masih berhubungan dengan keluarga cendana.

“Saya berharap kepada para obligor dan debitur tolong penuhi semua panggilan dan mari kita segera selesaikan obligasi atau kewajiban anda semuanya yang sudah 22 tahun, yang merupakan suatu kewajiban yang belum diselesaikan,” kata Sri Mulyani.

Untuk diketahui satgas BLBI dilantik pada awal Juni. Hal itu mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) No.6/2021 tentang Santuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI yang terbit dua bulan sebelumnya.

Satgas BLBI berada di bawah dan bertanggung jawab langsung ke Presiden. Dibentuknya Satgas bertujuan untuk melakukan penanganan, penyelesaian, dan pemulihan hak negara yang berasal dari dana BLBI secara efektif dan efesien. Penagihan utang akan dilakukan terhadap seluruh obligor dan debitur yang mencapai Rp 110,45 triliun.

Diantaranya adalah Tommy Soeharto yang memiliki utang sebesar Rp 2,6 triliun.

 

48 Obligor dan Keluarga Cendana Siap di Tindak Pidana

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam),Mahfud MD meminta 48 obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) segera menyelesaikan utangnya kepada negara.

“Pemerintah mengharapkan para obligor atau debitur hendaknya memenuhi kewajibannya untuk menyelesaikan hiutang- piutang kepada negara,” kata Mahfud MD.

Mahfud juga menegaskan , sesuai dengan putusan Mahkamah Agung, kasus ini di ranah perdata. Namun, tidak menutup peluang masuk ke ranah pidana.

“Meskipun sepenuhnya kita akan usahakan selesai sebagai hukum perdata atau melalui proses-proses perdata, bukan tidak mungkin jika nanti di dalam perjalannya bisa mengandung atau disertai dengan tindak pidana,” ucapnya.

Tindak pidana yang dimaksud adalah jika para debitur atau obligor BLBI memberikan keterangan palsu, mengalihkan aset yang sudah dimiliki negara. Kemudian penyerahan dokumen palsu dan lain sebagainya.

“Nanti bisa saja jadi hukum pidana, oleh sebab itu disini ada wakil Jaksa Agung (Setia Untung Arimuladi) ada Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto yang akan bersama-sama satgas akan meneiliti dokumen,” tegas Mahfud.

Selain itu, pendapat lain datang dari pegiat media sosial Denny Siregar, mengatakan Menkeu Sri Mulyani adalah salah satu sosok yang penting untuk mengejar aset obligor atau debitur yang menikmati Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI).

Bahkan, ada beberapa daftar peminjaman BLBI merupakan anak dari almarhum Presiden Soeharto , yakni Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) dan Tommy Soeharto.

Denny menjelaskan bahwa kerja Sri Mulyani saat ini secara penuh dilindungi Presiden Jokowi. Artinya, tekanan politik dari elite yang pernah dirasakan Sri Mulyani waktu menjabat di era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak banyak dirasakan.

“Ini membuat Bu Sri Mulyani menjadi panglima perang yang ada di garis depan untuk mengembalikan uang sisa utang dengan jumlah total Rp.110 triliun,” kata Denny melalui video yang diunggah di Timeline Cokro TV, dikutip Nawacitapost, Sabtu (18/9/2021).

Kata Denny lewat 3 perusahaannya dengan total pinjaman hamper Rp 1 triliun. Selain Tutut, Tommy Soeharto juga tengah dikejar BLBI untuk utang BLBI dengan angka jauh lebih fantastis yaitu Rp 2,3 triliun.