Selamatkan Nyawa, Yayasan Ultra Miliki Peran Rehabilitas Bagi Pencandu Narkoba

0
150
Ferdy Gunawan selaku Ketua Yayasan Ultra sekaligus Direktur Utama pada klinik laboratorium

Jakarta, NAWACITAPOSTFerdy Gunawan selaku Ketua Yayasan Ultra sekaligus Direktur Utama pada klinik laboratorium mengatakan, saat ini peran rehabilitasi narkoba sangat dibutuhkan. Karena banyak korban pecandu narkoba yang masih sulit mendapatkan tempat rehabilitasi narkoba.

“Tindak kejahatan penyalahgunaan narkotika saat ini sudah sangat meresahkan, narkotika yang kini sangat digandrungi masyarakat, tidak hanya dari kalangan strata menengah kebawah, strata sosial dari kalangan menengah atas pun banyak terjerat tindak penyalahgunaan narkotika,” kata Ferdy , Rabu (15/9).

Baca Juga : https://nawacitapost.com/nasional/2021/09/15/pecandu-narkotika-adalah-korban-mereka-harus-mendapatkan-perawatan-rehabilitasi-yang-tepat

Ferdy mengungkapkan,Yayasan Ultra memiliki peran dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. Dengan melakukan rehabilitasi para pecandu narkoba akan berkurang.

“Ya kenapa alasan Yayasan Ultra memiliki peran dalam pemberantasan narkoba di Indonesia, karena dengan dibantu adanya rehabilitasi bagi pecandu narkoba maka akan memutus peredaran narkoba,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa Yayasan Utra saat ini telah banyak membantu para korban pencandu narkoba, sehingga banyak masyarakat yang terlibat narkoba terbantu dengan adanya tempat rehabilitasi narkoba ini.

“Adanya rumah rehabilitasi narkoba, masyarakat yang menjadi pecandu narkoba atau korban narkoba menjadi terbantu, karena para korban terselamatkan nyawanya,” tegasnya.

Lebih jauh, sebagai salah satu yayasan rehabilitasi narkotika swasta yang cukup besar di Jakarta ini mengatakan saat ini yayasan rehabilitasi pertama harus memiliki izin yang lengkap untuk beroperasi dan memiliki fasilitas lengkap agar dapat menunjang pelayanan rehabilitasi yang diberikan kepada penerima manfaatnya yaitu korban penyalahguna dan juga keluarga korban.

“Yayasan rehabilitasi itu harus mempunyai fasilitas yang mumpuni tentunya menyesuaikan dengan standar nasional untuk rehabilitasi penyalahguna, tidak hanya menyedikan tempat yang ramah terhadap para korban, fasilitas seperti, tenaga medis, dokter dan juga tim program yang professional pun harus ada untuk memantau perkembangan dari para korban itu sendiri,” ucap Ferdy saat ditemui di bilangan jakarta selatan Rabu, (15/9).

Ferdy juga mengatakan bahwa saat ini banyak berdiri rumah rumah rehabilitasi, namun sangat disayangkan rumah atau yayasan rehabilitasi itu justru tidak memperhatikan ada banyak sarana dan prasarana yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum menjalankan praktik rehabilitasi.

“Ya saat ini banyak mas, berdiri yayasan seperti kami, namun terkadang masih banyak yang mengensampingkan perlunya berbagai fasilitas baik sarana inti ataupun pendukung yang sangat diperlukan untuk menjalankan program rehabilitasi yang komprehensif,” jelas Ferdy.

Dikatakan Ferdy kepada wartawan, dia sudah menjadi penggiat yayasan yang bergerak dibidang rehabilitasi sejak tahun 2014 itu mengatakan dirinya juga telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi serta kreasi agar rumah rehabilitasi miliknya dapat menyediakan fasilitas yang lengkap bagi para penerima manfaat.

“Kami pun sampai dengan saat ini masih terus mengembangkan dan mengevaluasi agar kami terus bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dari klien kami.

Fasilitas tempat yang aman dan nyaman, fasilitas olahraga, inovasi program, pengawasan kesehatan klien bahkan laboratorium kami sediakan demi pemenuhan fasilitas bagi klien yang direhabilitasi di tempat kami apalagi di era pandemi seperti sekarang ini,” ucap Ferdy.

Dia pun menjelaskan bahwa di era pandemi ini demi menjaga kesehatan dan stabilitas rumah rehabilitasi dari wabah, Ultra menjalankan kegiatan sehari-hari selain dengan menjaga protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah, mereka juga memiliki fasilitas laboratorium, sehingga untuk peserta program yang secara resmi hasil antigen atau PCR positif Covid mereka memiliki sarana rehabilitasi khusus dan terpisah dari peserta lainnya namun tetap dapat diikutsertakan dalam program pemulihan dan tetap dalam pengawasan medis.

Sejauh dari apa yang telah dilakukan dalam mengembangkan rumah rehabilitasi miliknya, Ferdy menambahkan bahwa dia sangat menyesalkan jika ada yayasan rehabilitasi swasta yang hanya mencari keuntungan dengan meminta biaya rawatan untuk berbagai tindakan program namun tidak dilakukan karena yayasan tersebut tidak mempunyai fasilitas dan prasarana yang lengkap dan memenuhi standar.

Ferdy mengaku dengan adanya gerakan pemberantasan narkoba maka akan memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia.

Selain itu, kata dia Yayasan Ultra akan terus membantu para korban pecandu narkoba dengan bekerjasama pihak Polri.

Tak segan-segan Ferdy juga turut terjun langsung dalam memberikan perhatian khusus terhadap korban pecandu narkoba.

Bahkan, kita sering membaca atau menonton berita adanya artis ataupun pejabat yang terjerat kasus narkotika.

Saat ini negara pun sadar narkotika adalah ancaman teror terhadap bangsa, sehingga negara memerintahkan perangkat hukumnya mengikrarkan perang terhadap segala bentuk kejahatan Narkotika.

Perang terhadap narkotikapun digalakkan, akibatnya, banyak para bandar narkotika dan pengguna tertangkap petugas hukum negara.
Untuk kalangan produsen dan kaki tangannya (Bandar), Negara Indonesia bertindak tegas dengan menghukum seberat beratnya.

Namun permasalahan bagi para korban yaitu pengguna, negara sudah memfasilitasi dengan dibangunnya beberapa tempat pusat rehabilitasi ketergantungan zat adiktif narkotika.

Dengan masifnya serangan narkotika untuk menghancurkan generasi muda yang terus dilakukan para mafia dan bandar narkotika untuk mencari peluang keuntungan di negara berkembang ini, akibatnya banyak korban yang terpapar penyalahgunaan narkotika.

Karena banyaknya korban penyalahgunaan narkotika ini banyak dari kalangan muda, bahkan beberapa tempat pusat rehabilitasi narkotika dan obat obat terlarang milik negara tidak dapat menampung jumlah korban pengguna narkotika, Sehingga negara saat ini membutuhkan yayasan swasta sebagai panjang tangan negara untuk membantu merehabilitasi para korban pecandu narkotika. (Dre)