PPKM Diperpanjang Hingga 20 September 2021, Inilah Syarat Wajib Naik Kereta Api Jarak Jauh

0
157

Jakarta,  NAWACITAPOST– Pemerintah kembali perpanjang PPKM hingga 20 September 2021. Hal itu dilakukan untuk nenekan penyebaran Covid-19 meskipun saat ini sudah mengalami penurunan.

Terkait keputusan  itu,  pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai moda transportasi masyarakat,  pihak PT KAI mengeluarkan aturan syarat naik kereta api yang mengacu pada penerapan protokol kesehatan ketat.

Untuk diketahui syarat yang harus diperhatikan dan dipatuhi penumpang saat ingin naik kereta api sesuai dengan SE Kemenhub Nomor 69 Tahun 2021 selama pandemi.

Vice President Public Relations KAI joni Martinus,  mengatakan, masyarakat  harus selalu menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dari pemerintah dalam rangka mengurangi risiko penularan.

“Untuk layanan kereta api tetap hadir untuk membantu mobilitas masyarakat yang harus berpegian semasa pandemi Covid-19. Maka KAI selalu mematuhi kebijakan pemerintah, ” jelasnya, Selasa (14/9/2021).

Sementara itu,  untuk aspek kesehatan sangat penting untuk masyarakat agar secepatnya bisa kembali bangkit seperti sebelumnya (terbebas dari Pandemi).  Selain itu,  calon penumpang harus  mamstikan kondisi badanya sehat,  tidak memiliki flu,  batuk,  filek, hilang daya penciuman,  diare,  sampai demam. Perhatikan juga suhu badan yang tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

“Salah satu aturan yang selalu dan harus menjadi kebiasaan adalah menggunakan masker,  mencucu tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak,  mengurangi kerumunan dan mobilitas,  dan menghindari makan bersama.

Selanjutnya, aturan prokes lainnya adalah menggunakan masker medis 3 lapis (3 ply) yang dapat menutupi hidung dan mulut kemudian ditambah dengan masker kain pada lapisan luarnya.

“Selama di dalam kerja,  penumpanh juga tidak diperbolehkan untuk berbicara satu arah ataupun dua arah melalui telepon genggam hingga berinteraksi secara langsung sepanjang perjalanan. Hal itu harus dibatasi agar mengurangi potensi risiko penularan virus Covid-19