Pasalnya janji Taliban setelah menguasai Afghanistan pada pertengahan Agustus 2021 lalu sukar terwujud, karena janji perubahan itu dianggap dapat menimbulkan pertentangan antara faksi-faksi di dalam kelompok Taliban itu sendiri. Menurutnya, janji Taliban untuk berubah hanya alibi semata untuk menarik perhatian dunia dalam mempermulus aksinya.
Baca Juga : Bekerjasama Dengan Puskesmas, Lapas Kelas III Kolonodale Lakukan Vaksin Pada WBP
"Untuk saya pribadi ya saya tidak yakin karena begitu ada perubahan pasti akan ada perpecahan di dalam (Taliban). Kita lihat saja dalam beberapa bulan ke depan apakah saya benar atau salah. Semoga mereka bukan omong kosong, tidak bohong," kata Said Aqil kepada media, Selasa (07/09/2021).
Sebagaimana diketahui, latar belakang JK meyakini janji Taliban bakal terwujud karena saat ini Taliban nampak lebih moderat saat perundingan damai yang dipimpin oleh Indonesia pada beberapa waktu lalu.
Sekedar informasi, latar belakang Taliban menguasai Afghanistan karena mau menerapkan interpretasi ketat terhadap hukum agama di Afghanistan. Kelompok ini berasal dari pejuang Mujahidin yang didukung Amerika Serikat, gerilyawan Islam fundamentalis, yang memerangi Uni Soviet di Afghanistan pada 1970-an dan 1980-an.
Simak informasi menarik lainnya di Youtube kami !
https://youtu.be/qM20OhCMOsA