Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Sulsel

0
189
Foto : Presiden Jokowi resmikan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mulai dibangun tahun 2015, dan menelan biaya Rp771 miliar.

Jakarta, NAWACITAPOSTPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng, Kamis (09/09/2021), di Bendungan Paselloreng, Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

“Alhamdulillah Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan yang dibangun sejak tahun 2015 hari ini ini sudah selesai dan siap difungsikan,” ujar Presiden mengawali sambutan peresmian.

Bendungan yang dibangun dengan biaya Rp771 miliar ini memiliki kapasitas tampung yang sangat besar, yaitu 138 juta meter kubik, serta luas genangan 1.258 hektare. Bendungan ini juga telah didukung dengan saluran irigasi Bendung Gilireng. Presiden Jokowi meyakini keberadaan infrastruktur ini akan sangat bermanfaat untuk mendukung Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional.

 

“Bendungan ini mampu mengairi sawah 8.500 hektare. Kita harapkan dengan suplai air yang ada akan meningkatkan frekuensi tanam yang mungkin satu, bisa jadi tiga atau dua kali sehingga meningkatkan produktivitas lahan serta akhirnya bisa kita harapkan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Selain untuk mendukung sektor pertanian, bendungan multifungsi ini juga bermanfaat untuk mendukung ketahanan air, mereduksi banjir Sungai Gilireng sebesar 489 meter kubik per detik, serta menyediakan air baku 145 liter per detik yang akan melayani enam kecamatan di Kabupaten Wajo.

“Juga berfungsi tentu saja untuk konservasi, daerah konservasi yang dapat dimanfaatkan untuk pariwisata dan memberikan alternatif pendapatan baru bagi masyarakat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mulai dibangun tahun 2015, dan menelan biaya Rp771 miliar. Hari ini, Bendungan Paselloreng sudah selesai dan saya resmikan. Bendungan ini telah dilengkapi pula dengan Bendung Irigasi Gilireng yang akan mendukung Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional.

“”Bendungan Paselloreng memiliki luas genangan 1.258 hektare dengan daya tampung hingga 138 juta meter kubik. Bendungan ini akan mampu mengairi 8.500 hektare sawah dan meningkatkan frekuensi tanam para petani sekitar,” kata Jokowi, Kamis (9/9/2021).
Kata Jokowi, Bendungan Paselloreng juga akan berfungsi untuk pengendalian banjir dari Sungai Gilireng, menyediakan air baku bagi enam kecamatan di Kabupaten Wajo, juga sebagai daerah konservasi.
“Pemerintah berkomitmen menyediakan suplai air secara berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan nasional, salah satunya dengan menyelesaikan 17 bendungan yang tersebar di seluruh Indonesia hingga Desember mendatang,” ucapnya.

 

Mengakhiri sambutannya, Presiden menegaskan bahwa untuk mewujudkan ketanahan pangan nasional dibutuhkan suplai air irigasi, dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan keberadaan bendungan yang sebanyak-banyaknya untuk menyediakan suplai air secara kontinu dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah terus membangun bendungan di berbagai daerah di tanah air.

 

“Tahun ini akan dan sudah diselesaikan sampai Desember nanti 17 bendungan. Kita harapkan dengan bendungan, bendungan, bendungan yang ada ini, sekali lagi, ketahanan pangan kita akan bisa kita perkuat dan kita tingkatkan,” tandasnya.

 

Usai memberikan sambutan Presiden Joko Widodo melakukan pemutaran roda pintu air dan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian. Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Plt. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Wajo Amran Mahmud.