Awas!!!Kelompok Intoleransi dan Radikalisme Sudah Cuci Otak Mahasiswa-Mahasiswi,  Aksi Bom Bunuh Diri Bakal Terjadi?

0
239
Kiri ke Kanan : Diskusi kelompok minhum, dan aksi teror seorang diri berinisial ZA di Mabes Polri pada 31 Maret 2021. Kolase.

Jakarta, NAWACITAPOSTBANYAK seribu cara kelompok teroris merayu rekrutanya di dunia kampus.  Biasanya pendekatan personal mereka lakukan,  “mengapa kamu tidak memakai hijab,” atau yang sudah memakai jilbab, dirayu terus, “mengapa kamu tidak memakai cadar, kapan kamu taubatnya.” Demikian rayuan awal untuk membujuk seseorang agar mau masuk ke perangkap Diskusi kelompok minhum (golongan mereka).

Baca Juga : Lewat Kotak Amal Berinfaq, Teroris Jamaah Islamiyah Raup Dana 124 Miliar Rupiah, Digunakan Untuk Aksi Bom

Seperti dilansir sintesanews dengan judul Hati-hati dengan Doktrin Tarbiyah Ma’alim Fi Ath Thoriq Masuk di Kampus-kampus. Sebenarnya, tanpa kita sadari, orang tua sudah kecolongan dengan perubahan arah pandang ajaran islam anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di kampus. Sebagai orang tua kita tetap waspada, jangan sampai putra putri harapan bangsa sudah kena tipu daya dan hoaks dari ajaran wahabi, salafi, takfiri, HTI, FPI, PKS, ISIS JI, JAD, dan kelompok radikal intoleransi cs.

Terus mereka mengajak masuk ke kelompok-kelompok diskusi keagamaan dengan doktrin “Tarbiyah” (Sesuatu yang dilakukan secara bertahap dan sedikit demi sedikit oleh seorang pendidik) yang berpedoman pada buku Sayyid Qutb dengan judul Ma’alim Fi Ath-Thoriq.

Buku Sayyid Qutb itu, menurut versi kelompok khilafah adalah petunjuk jalan ma’alim fit thoriq fitrah yaitu manusia mengenal kebenaran dengan lubuk hatinya.

Jadi, hati-hati dengan buku-buku dari kelompok khilafah islam radikal intoleransi. Di dalam buku ini isinya memaknai lafadz “jahiliyah” dengan doktrin tarbiyah.

Disinilah perubahan seorang mahasiswa dan mahasiswa terjadi. perubahan penampilan, pakaian, bahasa dan tingkah lakunya. Masih ingat dengan eks mahasiswi di sebuah kampus di Depok bernama  Zakiah Aini (25 tahun) yang melakukan aski teror seorang diri di Mabes Polri  pada Rabu 31 Maret 2021.  Namanya terungkap berdasarkan surat wasiat yang ditulis tangan.

Perhatikan salah satu  isi surat wasiatnya, yaitu menyuruh keluarganya untuk meninggalkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan Islam dan menjauhi Ahok. Jika ditarik lebih jauh ke konteks Indonesia. Hormat bendera, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika  dan UUD 1945 sudah jelas mereka tidak melakukannya.

Maka, jika kita sebagai  orang yang cinta perdamaian, jangan biarkan aksi-aski brutal berupa bom diri menyeruak di negeri ini.

Sementara itu secara terpisah penulis Buku Dakwah Deradikalisasi Ayik Heriansyah ketika dihubungi nawacitapost.com, Senin (6/9/2021) via pesan singkatnya mengatakan. “Keadaan ini membahayakan masa depan bangsa. Beberapa tahun ke depan, pelajar-pelajar radikal tersebut akan masuk kampus-kampus, kemudian lulus menjadi kelas menengah radikal yang duduk sebagai karyawan di instansi pemerintah dan swasta, serta menjadi pengusaha radikal, tegasnya.

Masih kata Ayik biasa disapa Ayik  Hikamolitik yang juga pengamat kajian terorisme, “Militansi dari kita diharapkan dapat mengimbangi bahkan mengalahkan kelompok radikal dalam penguasaan narasi di ruang-ruang publik, di dunia nyata dan maya. Narasi-narasi moderat, pro perdamaian, dan yang mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa harus menjadi arus utama.”