Salah satu anggota Kelompok Tani Agronative Farm mengaku selama Pandemi justru keinginan masyarakat dalam mengonsumsi sayur meningkat, sehingga permintaan juga meningkat.
“Sekarang agak terpengaruh juga. Cuma kebetulan untuk produk pangan, sayur makin ke sini, mulai merangkak naik,” ujar Dadan Kartiwa, kepada media, Rabu (01/09/2021).
Baca Juga : Kemenko Marves Terima Bantuan Medis dari Wondfo Bagi Penanganan Pandemi Covid-19...
Mereka kini menjadi salah satu contoh usaha kecil dan menengah yang masih bertahan. Dadan lebih lanjut mengatakan alasan kelompok memilih baby buncis sebagai bisnis sebab nilai jual dan potensi pasar sangat luas.
“Untuk baby buncis sendiri, kayaknya masa tanam tidak lama ,kedua sudah ada kepastian harga sama kuotanya. Jadi petani lebih semangat soalnya, tidak terganggu dengan harga pasar fluktuatif,” tambahnya.
Pemasaran yang dilakukan selain kebutuhan dalam negeri, pihaknya juga tengah berfokus ke Singapura untuk melakukan ekspor. Bisnis dengan nilai jual tinggi ini mampu menghasilkan omset Rp 300 hingga Rp 500 juta dalam sebulan.
“Pemasaran sendiri, lebih diutamakan ekspor ke Singapura. Karena untuk kebutuhan memang lumayan besar. Dalam satu bulan saja, bisa meraup omzet antara Rp300 juta hingga Rp500 juta per bulannya,” kata Dadan.
Kerjasama ekspor yang dilakukannya dengan pihak Singapura sudah berjalan 5 tahun, dengan waktu pengiriman tiga kali dalam seminggu dengan total volume 1 ton per minggu. Dalam mengembangkan bisnis, para petani mengutamakan kontinuitas produksi dan konsistensi.
Menanggapi hal ini, Direktorat Jenderal Hortikultura melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dibawah Kementerian Pertanian memberikan bantuan sarana pascapanen. Tak hanya itu, rencananya ke depan akan dibantu juga untuk sertifikasi benih buncisnya.
“Rencananya tahun depan akan dialokasikan anggaran untuk pendaftaran benih buncis ke BPSB sehingga nantinya bisa dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa)," ujar Felly Kepala Seksi Produksi Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bandung saat mendampingi kunjungan lapang.
Simak Berita lainnya di YouTube kami !
https://youtu.be/bXCPqM_kYfM