Ngeri-Ngeri Sedap! Demokrat Diduga Halalkan Segala Cara Menangkan SBY Jadi Presiden di Pemilu 2009

0
190

Jakarta, NAWACITAPOST– Sekretaris Jenderal Partai (Sekjen)  Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto melakukan pertemuan dengan pengurus DPP Partai Gerindra dalam pertemuan itu, Hasto menyindir soal pemilihan umum (Pemilu) 2009 yang menunjukkan adanya upaya yang halalkan segala cara untuk menang.

“Dari sejarah itu, kita belajar juga dengan pemilu 2009 itu, ternyata kita bisa melihat di saat demokrasi menghalalkan segala cara,” kata Hasto dalam pertemuan dengan pengurus DPP Partai Gerindra di Kantor PDIP, Jakarta, Selasa (24/8).

Halalkan segala cara yang disebutkan hasto yaitu mulai manipulasi daftar pemilihan tetap (DPT) dan elemen dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang merupakan pengurus partai, ada juga upaya yang menggunakan program bantuan sosial (bansos) untuk tujuan elektoral.

“Demokrasi menggunakan hukum apparat sebagai alat untuk memenangkan pemilu itu, menjadi evaluasi bersama,” kata Hasto.

Selain itu, Hasto mengungkapkan, pertemuan dengan Partai Gerindra menjadi kenangan tersendiri. Karena kedua partai perna berkoalisi mengusung Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto di pemilihan presiden (Pilpres) 2009.

“Dengan kunjungan ini langsung kita bernostalgia pada tahun 2009 lalu, pasangan Mega-Prabowo saat itu kita bekerja sama ,” ucap Hasto.

Untuk diketahui, pada 2009 Sekjen PDIP dijabat oleh Pramono Anung mengatakan adanya modus manipulasi memasukkan data fiktif dalam DPT pemilu Legislatif 2009. Manipulasi terjadi di satu daerah pemilihan (dapil) yang meliputi Ngawi, Trennggalek, Magetan, dan Pacitan.

Pada 2009 juga, mantan anggota KPU menjadi pengurus Partai democrat diantaranya adalah Anas Urbaningrum yang angkat menjadi Ketum Partai demokrat dan Andi Nurpati yang menempati posisi Ketua Divisi Hubungan Eksternal, Luar Negeri, dan LSM Dewan DPP Partai Demokrat.

Pada Pemilu 2009, Partai Demokrat menjadi pemenang dengan perolehan suara lebih dari 21 juta, sementara Partai Golkar dan PDIP mengikuti dibawahnya.

 

Lihat Video You Tube di NAWACITA TV  di Bawah Ini :