Minggu, 19 Juli 2026

Bangkitkan Provinsi Lampung, Luhut Pandjaitan Genjot Sinergisitas Mahasiswa dan Pemerintah

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Jumat, 20 Agustus 2021 | 11:09 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah di Provinsi Lampung, Kamis (19/08/2021). Rapat tersebut bertujuan mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Luhut didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia Kalake serta Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air, Rahman Hidayat.

“Ada lima pokok bahasan penting yang perlu menjadi perhatian, yaitu konektivitas, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Sumber Daya Air (SDA), Pengembangan Ekonomi Kawasan, serta Pengembangan Infrastruktur,” buka Menko Luhut. Ia menegaskan bahwa tiap-tiap pemangku kepentingan harus berkolaborasi demi mendukung pemerataan pembangunan di lima aspek ini, melihat Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki letak strategis, khususnya dalam konteks perhubungan.

Menko Luhut menyampaikan pentingnya pembangunan Kereta Api Logistik Lahat-Muara Enim-Prabumulih-Tarahan/ Lampung dan Prabumulih-Kertapati/Palembang untuk meningkatkan kapasitas lintas kereta api penumpang dan pengangkut logistik, serta menyelesaikan berbagai permasalahan transportasi, seperti overload angkutan batu bara, kemacetan lalu lintas, menurunkan jumlah kecelakaan dan mengurangi ‘ekonomi biaya tinggi’ akibat inefisiensi transportasi.

Luhut berharap pembangunan Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Marga Tiga akan memperkuat ketahanan air dan pangan nasional. Provinsi Lampung hendaknya dapat segera merealisasikan program Food Estate dan melakukan revitalisasi Tambak Udang (Shrimp Farm).

Pengembangan Kawasan Industri Tanggamus, Kawasan Terpadu Pariwisata Bakauheni (Bakauheni Harbour City), Bandara Radin Inten II dan Pusat Kesehatan Internasional, kemudian Pembangunan Jalan Tol dari Exit Tol Lematang menuju Pelabuhan Panjang tentunya akan memberikan efek positif pada pengembangan perekonomian daerah.

Berbagai proyek di tiap lima pokok bahasan tersebut diharapkan dapat dipimpin dengan baik oleh setiap kementerian teknis dan pemerintah daerah. Menko Luhut berpesan agar proyek yang ada dapat ditata sesuai dengan rencana pembangunan yang matang, “Kita tidak mau ada proyek yang mangkrak, kita bikin semua plan, kami sepakat jangan ada proyek mangkrak, proyek harus selesai,” tegasnya.

Selain itu, Provinsi Lampung memiliki berbagai potensi dalam berbagai bidang, baik dalam konteks pariwisata, industri, dan pertanian. Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil mengharapkan pemerataan pembangunan ini dapat didukung oleh semua pihak dan dapat memanfaatkan tenaga serta wawasan yang dimiliki mahasiswa untuk membantu penataan OSS (One Single Submission).

Dengan harapan bisa mengintegrasikan perizinan berusaha berbasis risiko, “Tata ruang Kabupaten dan Kota harus segera disesuaikan, karena hampir semua RT/RW Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung masih ketinggalan, kecuali Kabupaten Pesawaran. Kalau kurang tenaga untuk mengerjakannya dapat bekerja sama dengan universitas seperti Unila, Itera. Ini juga mendukung adanya program kampus merdeka dan memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa di lapangan," katanya

 

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini