Moeldoko Pimpin Demokrat Kasus Korupsi Cikeas Akan Diusut Tuntas

0
398

Jakarta, NAWACITAPOSTPartai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini tengah menghadapi kepanikan karena gugatannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat ditolak.

Selain itu, dengan penolakan tersebut maka banyak yang menilai bahwa Partai Demokrat diujung tanduk dan menghadapi berbagai problem yang dihadapi diantara akan dibongkarnya kasus dugaan korupsi Hambalang, Century dan kasus lainnya yang diduga melibatkan pihak Keluarga Cikeas tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya, Kader Demokrat kubu Moeldoko , Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat kubu Moeldoko Saiful Huda Ems menyinggung persoalan yang dilanda pada era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait proyek Pusat Pendidikan dam Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang.

Saiful meminta KPK untuk memeriksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ibas terkait proyek Hambalang.

Terkait hal itu patut diduga kepanikan keluarga Cikeas semakin terlihat jika Partai Demokrat pimpinan AHY kalah dalam melawan Demokrat Kubu Moeldoko.

 

Selain itu juga pegiat media sosial Alifurahman, pernah membeberkan soal dipilihnya AHY ketimbang Ibas sebagai Ketum Demokrat.

Alifurrahman, dipilihlah AHY yang lebih hijau, atau minim pengalaman politik, dan lebih bersih dibanding Ibas.

“Supaya kalau ada masalah, tidak sampai melibatkan pimpinan partai atau Ketum Partainya. Itu maksudnya. Saya nggak nuduh. Ini saya lagi nanya. Ini sebuah analisa, ” ucapnya.

Menurut dia kasus korupsi proyek Hambalang yang terjadi di zaman Presiden SBY.

Bahkan, Alifurrahman menyinggung bahwa dalam kasus korupsi Hambalang, semua elite Partai Demokrat terbukti terlibat dan masuk penjara.

Karena itu, kata dia Anas Urbaningrum, sebagai Ketum Demokrat, Nazaruddin Bendahara Umum, Wakil Sekjen Angelina Sondakh.

“Cuma ada satu orang saksi yang tidak masuk penjara sampai sekarang dan masih aman, dan sakti ya itu Sekjen Partai Demokrat, Ibas,” ucapnya.

Baca Juga: https://nawacitapost.com/hukum/2021/08/16/moeldoko-pimpin-demokrat-dinasti-cikeas-tamat

Sementara itu, saat ini perjuangan Partai Demokrat KLB Deli Serdang atau kubu Meoldoko dalam merebut Partai Demokrat dari AHY semakin terlihat setelah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menolak gugatan yang diajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait aktivitas penyelanggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar 12 orangf kader Demokrat, termasuk Jhoni Alien, Marzuki Alie, dan Damrizal DPP Partai Demokrat kubu Moeldoko mengapresiasi putusan itu.

“Ini menjadi bukti bahwa tuduhan Kubu AHY terhadap KLB Deli Serdang tidak terbukti dan hanya mengada -ada,” kata Juru Bicara DPP Partai Demokrat Muhammad Rahmad kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Rahmad mengungkapkan terkait hal ini pihak kubu AHY tidak perlu panik dan asal tuduh. Dia juga mengajak semua pihak untuk menghargai putusan pengadilan itu.

” Karena itu, mari sama-sama kita hargai. Ronde kedua di PTUN juga sudah menunggu,” paparnya.

Rahmad menyebutkan, putusan pengadilan ini merupakan kunci untuk memenangkan gugatan keabsahan KLB Partai Demokrat di PTUN.

Menurutnya, adanya putusan ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan KLB Demokrat di Sumut adalah sah secara hukum.

“Penggunaan atribut Partai Demokrat oleh DPP Demokrat KLB Deli Serdang sah secara hukum keabsaan itu akan paripurna ketika nanti sudah ada putusan inkrah pengadilan,” jelasnya.

Rahmad menghimbau kepada semua kader Partai Demokrat untuk tetap menahan diri dan tidak melakukan euphoria atas putusan itu. Dia meminta kader untuk terus mendoakan, mencermati, dan mengawal proses gugatan di PTUN.

“Semoga majelis hakim di PTUN dapat melihat dengan pikiran jernih persoalan seirus yang terjadi dalam tubiuh Partai Demokrat sehingga keadilan betul-betul diperoleh DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang melalui PTUN itu nanti,” ujarnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam putusannya menolak gugatan perbuatan melawan hukum yang dilakukan AHY kepada 12 orang kader Demokrat yang menyelenggarakan KLB.

Kedua Belas kader itu diantaranya Marzuki Alie, Jhoni Allen Marbun, Damrizal, Max Sopacua, Supandi R.Sugondo, Boyke Novrizon, Achmad Yahya.

Putusan itu dibacakan Kamis (12/8/2021) sore oleh Ketua Majelis Hakim J.Syarifudin Zuhri. Majelis hakim menyatakan putusan perkara Nomor 236/Pdt.G/2021/PN.JKT.PST.itu tidak bisa diterima karena AHY sebagai penggugat bertikad tidak baik lantaran tidak pernah menghadiri sidang mediasi.