Joni Bocah Viral Pemanjat Tiang Bendera Saat HUT RI ke-73, Begini Kondisinya 

0
692
Peringatan HUT RI ke-73 di Desa Silawan. ©2018 Merdeka.com

Jakarta, NAWACITAPOSTHUT Kemerdekaan RI setiap tahunnya, selalu punya makna dan arti. Mulai dari adanya peristiwa heroik yang terjadi. Seperti kisah Dirgahayu RI ke – 73 di  Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Barat, Belu, NTT. Saat itu tali tiang bendera mengalami kemacetan, sehingga tak bisa dinaikan bendera merah putihnya ke atas. 

Baca Juga : 37 Teroris Yang Ditangkap Densus 88 Kelompok Jamaah Islamiah dan ISIS

Namun, jiwa heroik dan patriotisme ditujukan bocah SMP kelas 1 kala itu.  Yohanes Ande Kala Marcal biasa disapa Joni. Aksinya itu memanjat tiang setinggi 23 meter dan berhasil menaikan bendera merah putih. Hanya ingin Sang Merah Putih tetap berkibar di tapal batas Indonesia-Timor Leste, katanya kala itu dengan polos dan apa adanya.

Keberhasilan Joni tersebut menjadi viral. Presiden Jokowi  pun mengundangnya ke Istana Negara. Efek dari undangan Jokowi, berbagai pejabat daerah dan pusat, serta tak ketinggalan pengacara kondang dan terkenal Hotman Paris Hutapea pun menghadiahinya. Tentu kakek dari Jan Ethes telah lebih dahulu memberi hadiah sebuah rumah di desa Silawan, dan rumah milik Joni itu kini telah berdiri kokoh.

© Instagram @hotmanparisofficial

Lalu, bagaimana nasibnya sekarang di HUT RI ke -76. Joni sudah Kelas X di SMA Negeri 1  Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Joni mengisahkan, semenjak ayahnya meninggal dunia pada September 2020 lalu, ia sering membantu sang ibu berkebun, itu dilakukan kala kegiatan belajar online telah usai.

“Setelah belajar online, saya biasa bantu mama kerja di rumah dan kadang ke kebun untuk ambil makanan ternak,” ujarnya, Sabtu (14/8/2021).

Joni mengaku, semenjak pandemi Covid-19 telah  menerima bantuan dari Kapolda NTT, Irjen Lotharia Latif.

Harapan Joni, “Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga aktivitas kita semua kembali normal, sudah bosan di rumah maunya sekolah tatap muka sudah, supaya bertemu teman-teman,” ujarnya.

Yang jelas, jiwa heroik Joni kala itu, telah dibarengi dengan semangat belajar dan cita-cita luhur untuk menyelesaikan sekolahnya, dan berguna bagi bangsa dan negara.