Jaga Kinerja Keuangan Perseoran, Menteri BUMN: Stop Proyek Tidak Penting

0
241

Jakarta, NAWACITAPOSTGuna menjaga kinerja keuangan perseroan dengan cara menekan biaya modal atau capital expenditure (capex), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta manajemen PT PLN (Persero) menghentikan pelaksanaan proyek yang dinilai tidak penting.

“Stop proyek tidak penting, komisaris, direksi, sudah buktikan bagaimana. Terima kasih menekan capex 24 persen,” ungkap Erick dalam Launching Produksi Oksigen PLN Peduli, Kamis (12/8).

Selain itu, di satu sisi PLN juga perlu melakukan refinaincing utang-utang yang saat ini totalnya sampai Rp 500 triliun.

“Ini harus diubah ke tenor yang lebih panjang dan bunga yang lebih murah agar bisa menstabilkan kondisi keuangan PLN,” ujar Erick.

Lanjutnya, PLN harus menyeleksi proyek lebih ketat ke depannya. Pasalnya, perusahaan perlu menjaga arus kas tetap stabil.

“Kesehatan (keuangan) PLN paling penting, kita semua butuh listrik. Kalau PLN sakit, kita semua sakit,” kata Erick.

Erick juga menambahkan bahwa seluruh produk yang tidak ramah lingkungan tidak akan laku di dunia. Untuk itu, Erick menekankan bahwa PLN harus mempercepat proses transformasinya ke energi hijau.

“Listrik harus green economy ke depan. Ini dengan kerendahan hati saya bicara dengan direksi ayo transformasikan mumpung momen ada,” tandas Erick.