Kelompok Khilafatul Muslimin Lebih Berbahaya dari HTI. Foto tangkapan layar Kanal Youtube Agama Akal TV. Kolase

Jakarta, NAWACITAPOSTJIKA berdasar keterangan mantan teroris Ali Imron dan mantan pelaku Bom Bali 1, bahwa tujuan teroris sebenarnya menegakan syariat Islam dan membentuk Khilafah. Ternyata hal itu berlaku sama dengan gerakan Khilafatul Muslimin (KM) dan eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Atau lebih tepatnya merongrong kedaulatan NKRI.

Baca Juga : Pertanyaan Ayik Heriansyah : Lebih Bodong Mana, Sumbangan 2 Triliun Rupiah atau Khilafah?

Berbedanya hanya pada cara. eks HTI cenderung konfrontatif dengan pemerintah. Para kadernya banyak disusupkan di militer, kepolisian, BUMN, dan kementrian serta lembaga negara lainnya. Bahkan bisa dibilang  cenderung keras.

Sementara KM, pimpinan Abdul Qodir Hasan Baroja atau Baraja. Caranya lebih soft. “Membentuk kader-kader penegak kekhilafahan di muka bumi ini.Bahkan sistem demokrasi  bukan sistem Islam, tapi sistemnya orang-orang yang tidak mengerti al-Quran dan al – Sunnah,” jelas Kang Rikal dalam kanal Youtube Agama Akal TV beberapa silam lalu.

Kang Rikal membedahnya, bahwa gerakan soft itu yang digencarkan KM, kemungkinan ikut dalam suasana kebanyakan. Kemungkinan lainnya, melakukan penyamaran, dan tidak menjaga jarak dalam ruang publik, tetapi ada pembatasan tegas. Beradru argumen, cenderung tidak memaksa dan selalu cair dalam pergaulan.

Sekedar informasi,  Abdul Qodir Hasan Baroja (mantan jihadis, mantan teroris) satu angkatan dengan Abu Bakar Ba’asyir,  (Alm) Abdullah Sungkar, Jafar Umar Thalib.

Saat itu, di Jamaah Islamiah mereka itu mendapat dukungan dari jaringan teroris Filipina, Thailand , Amerika Serikat, terutama Malaysia.

Terkait cara non soft itu, dulu Abdul Qodir Hasan Baroja pernah melakukan pengeboman-pengeboman secara radikal, yang sifatnya terorisme irhabi. Jika sekarang, dia berubah cara secara soft, tujuannya supaya  masyarakat tertipu.

Kang Rikal pun menyatakan, bahwa ia bukan membela aparat, yang selalu dituduh oleh kelompok LSM  tertentu dituding melanggar HAM.

Baca juga :  Kapolres Blitar Membenarkan Terkait Dengan Penangkapan Tiga Terduga Teroris

Kembali ke Abdul Qodir, bahwa era Orba, orang ini selalu masuk keluar sel atau penjara. Karena tindakan-tindakan irhabi terorisnya bersama Abu Bakar Ba’asyir yang meresahkan masyarakat. Saat ini, Abdul Qodir membuat organisasi Khilafatul Muslimin yang berkembang pesat di Lampung dengan jumlah anggotanya 300 ribu di seluruh Indonesia.

Memang gerakan ini sudah dipantau aparat Tim Densus 88 selama 24 jam. Buktinya banyak teroris yang ditangkap di daerah tersebut.

Perlu waspada, bahwa gerakan soft yang dilakukan Abdul Qodir Hasan Baroja dan pengikutnya. Bertujuan mendirikan Negara Islam. Maka, jika ditelaah lebih cermat dan teliti, ajaran Khilafatul Muslimin lebih berbahaya dari khilafah HTI.