Demokrat Takut Buzzer Bongkar Borok Cikeas?

0
161

Jakarta, NAWACITAPOST Partai Demokrat Pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus melakukan manuvernya kepada Presiden Jokowi dengan meminta bubarkan buzzer atau pendengung jika ingin rakyat Bersatu.

Melalui akun Twitternya @Panca66, Politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membubarkan buzzer atau pendengung jika ingin rakyat bersatu

Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membubarkan buzzeRp atau pendengung jika ingin rakyat bersatu.
Hal tersebut ia sampaikan dalam akun Twitternya, @Panca66, seperti dilihat Senin (2/8/2021).
“Bubarkan dulu buzzeRp kalau mau ngajak rakyat bersatu,” cuitnya.

Hal itu bentuk respon Demokrat terhadap Presiden Jokowi yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu dalam upaya melawan pandemi Covid-19.

Namun, banyak yang menilai bahwa tidak ada kesalahan seharusnya tidak persoalkan buzzer. Berarti sadar bahwa Demokrat banyak bermasalah pada masa lalu. Baik pemimpin maupun kader-kadernya.

Selanjutnya juga banyak pihak menilai jika Demokrat tidak semestinya takut dengan buzzer , karena buzzer hanya bisa menyampaikan fakta- fakta dan kejadian.

Seementara itu, mantan politisi PKPI, Teddy Gusnaidi menyebutkan bahwa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga adalah seorang buzzer atau pendengung.

Teddy menilai tanpa alas an dia menyebut SBY sebagai buzzer, karena Presiden ke-6 RI itu kerap mengungkapkan pendapatnya di media sosial.

“SBY adalah buzzer.. Tenang jangan marah-marah dulu, tentu saya menyebutkan SBY adalah buzzer bukan tanpa alasan. Karena buzzer itu artinya pendengung. SBY mendengungkan informasi dan pendapat melalui media sosial, maka SBY adalah buzzer,” cuit Teddy dikutip Nawacitapost.com, Selasa (3/8/2021).

Dia juga menyesalkan kader Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sering mendengung pihak-pihak tertentu sebagai buzzer.

Dia mengaku pernyataan anak buah AHY yang menuding orang lain buzzer seperti juga menuduh SBY.

“Ketika SBY menyebarkan informasi dan pendapat di media sosial maka beliau adalah buzzer. Makanya saya heran ketika orang-orang Partai Demokrat sibuk menuding buzzer. Itu sama saja mereka menuding SBY dan menuding diri mereka sendiri. Buzzer kok teriak buzzer?,” cuitnya.

Bahkan, kata dia, Buzzer dari Partai Demokrat punya opini sendiri, buzzer yang lain punya opini lain juga sehingga beradu opini.

“Buzzer dari Partai Demokrat atau pendukung Partai Demokrat punya opini sendiri, buzzer yg lain punya opini lain jg sehingga beradu opini, bahkan akhirnya ada yg sampai saling menghujat dlm adu opini. Jadi aneh saja jika buzzer demokrat misalnya menuding org lain adalah buzzer,” ucapnya.

Selain itu, kata dia SBY juga menggunakan sosial medianya untuk kepentingan sendiri. Makah al yang wajar jika di medsos ada perdepatan lantara setiap orang mempunyai kepentingan masing-masing.

“Setiap orang punya kepentingan sebagai pendengung di media sosial. Ada yang mendengungkan tentang politik, produk, karya musik, film dan sebagainya. Konten yang dibuat beragam dan tentu kepentingannya agar dilihat pendengung yang lain di media sosial,” ucapnya.

Teddy juga menyinggung soal buzzer bayar Partai Demokrat?

“Soal apakah buzzer Partai Demokrat atau pendukungnya dibayar atau tidak, itu saya tidak tau, tidak boleh juga menuduh tanpa ada bukti, sama seperti Media Tempo membuat opini soal buzzer pemerintah tapi tidak bisa mereka buktikan opini mereka tersebut,” katanya.

“Saya sering ketika habis mengomentari statement para tokoh Partai Demokrat, di jam tertentu tiba-tiba secara berjamaah menyerang saya di media sosial dan selesainya pun secara berjamaah. Saya tdk pernah menuduh itu buzzer Demokrat atau bayaran Demokrat, karena tidak ada bukti,” sindirnya.

“Saya jadi ingat ada peribahasa maling teriak maling. (Jangan di framing bahwa saya mengatakan Demokrat maling ya..), sama seperti saat ini buzzer teriak buzzer. Atau pinjam pernyataan SBY, Sesama bus kota jangan saling mendahului.. Toh sesama bus ini. Hehehe.. Terima kasih,” imbuhnya.