Partai Demokrat Berkuasa Dua Periode Perang Melawan Buzzer Bukan Lawan Covid-19

0
275
Foto : Ketum Partrai Demokrat AHY/Instagram AHY

Jakarta, NAWACITAPOST– Pegiat media sosial Eko Kuntadhi kembali membuat komentar soal sikap Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyatakan akan melawan buzzer.

Eko Kuntadhi mengatakan bahwa adanya seruan baru dari Partai Demokrat. Mereka menyatakan akan perang melawan buzzer.

Eko Kuntadhi juga mengaku heran dengan sikap Partai Demokrat pimpinan AHY tersebut. Sebab Langkah tersebut lebih baik dimanfaatkan untuk menangani Covid-19.

Menurut dia, Indonesia telah darurat, karena sampai partai politik yang pernah berkuasa sekarang main perang-perangan di media sosial , dan repotnya musuh yang dia pilih sangat lucunya yang dia lawan itu adalah buzzer.

“Namun pertanyaan, apa masalahanya partai yang telah berkuasa dua periode ini harus mendeklarasikan perang, kenapa sampai mereka terusik dengan omongan di media sosial, sampai Ibas menggulung lengan baju panjangan dengan menyatakan perang melawan buzzer, saya sih nggak tau persis, tetapi nampaknya memang ada masalah dari kaca mata mereka dengan fenomena media sosial saat ini,” kata Eko Kuntadhi dalam video You Tube Cokro TV dikutip Jumat (30/7/2021).

Lebih lanjut, Eko Kuntadhi menjelaskan bahwa media sosial itu adalah membuka ruang semua untuk orang untuk menyampaikan suaranya. Bahkan di seluruh dunia yang memiliki akun dapat bicara bebas. Mulai dari professor di Cikago dan tukang bubur di Cikaso sama mereka juga punya akun media sosial, dan punya ruang.

Banyak juga yang menyampaikan pendapatnya melalui media sosialnya sendiri. Bagi Eko Kuntadhi hal ini wajar dilakukan.

Kata dia, di era SBY pun media sosial sudah ada tetapi tidak aktif seperti saat ini, bahkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bias melenggang berkuasa dengan berbagai masalah yang diikutinya.

Sementara masyarakat tidak punya publik untuk melakukan speck up. Kini pengguna internet sudah mencapai 197 juta orang, dari jumlah segitu 97 orang memiliki akun. Apalagi dengan data yang ada di Indonesia semakin meningkat.

Eko Kuntadhi juga menyinggung peran Kominfo di era SBY yang di pimpin oleh kader PKS yaitu Tifatul Sembiring ketika menjadi Menkominfo.

“Tifatul Sembiring sempat mempertanyakan soal kenapa ingin internet cepat , bias saja pemikiran Tifatul kecepatan internet itu hanya untuk menonton video atau video miyabi, buka untuk hal lain,” ujarnya.

Namun di era Jokowi saat ini kecepatan internat semakin baik, karena internet digunakan untuk percepatan ekonomi, infrastruktur internet dibangun , lintas internet semakin marak, bahkan semua orang bisa eksis dengan internet