Kamis, 4 Juni 2026

PGI Tunjuk Pengacara Kondang Hotman Paris Hutapea, Tanda Dialog Tak Pernah Terjadi

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 29 Juli 2021 | 12:58 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - BUILT, Operate and Transfer atau BOT dengan pihak Swasta PT. Famon Awal Bros Sedaya  (PRIMAYA). Sudah mendekati sasaran yang diharapkan PGI. Dasarnya, penunjukan penasehat hukum Hotman Paris Hutapea di pihak PGI dan Yayasan RS PGI Cikini semakin jelas dan nyata. Apalagi pengacara kondang, terkenal dan bayaran mahal di republik ini, hadir dalam Konferensi Pers Bertajuk "Pengembangan RS PGI Cikini," Senin 26 Juli 2021. Jam 15.00  - 17.30. Sementara Ketua Umum PGI tidak hadir, hanya Sekum PGI Pdt, Jacky Manuputty S.Th yang tampak.

Baca Juga : Belum BOT Ditandatangani, Pihak RS Primaya Intervensi Pelayanan di RS PGI Cikini?  



"Sebenarnya kami tak mau mengambil tindakan hukum dan meminta Pak Hotman Paris Hutapea sebagai pengacara, tapi pihak mereka sudah mengadukan kami keranah hukum, selain itu tindakan terakhir ini, kami tempuh, karena sosialisasi dan dialog juga tidak ada titik temu, jelas Constantin Nino Ponggawa moderator acara konferensi pers tersebut yang juga Bendahara Umum Yayasan RS PGI Cikini.

Constantin  Nino juga menjamin bahwa 600 karyawan dijamin aman dalam bekerja dan pasti, ketika terjadi BOT, kesejahteraan akan meningkat. Buktinya, saat ini mereka tidak terlambat menerima gaji tiap bulan, jelasnya.

Bahkan, BOT harus terjadi, karena RS PGI Cikini semakin hari mengalami kerugian yang signifikan. Mulai dari peralatan RS yang sudah tua, dan biaya perawatan yang tidak memadai, serta pembayaran gaji karyawan yang sering terlambat, tutur Constantin.

Ditegaskan Hotman Paris dalam kesempatan tersebut mengingatkan, bahwa mereka yang melakukan pengaduan ke jalur hukum, tidak memiliki legal standing, dan ingat akan diambil tindakan hukum.

Sementara, Ketua Tim Negosiator Christ Kanter, bahwa terlaksananya sampai terjadinya BOT dan penunjukan memilih Primaya Hospital, bukan tiba-tiba, ada sejumlah pengusaha yang menawarkan langkah itu, tapi maunya pengusaha yang di BOT itu seluruhnya yaitu 5,5 hektare. Sementara Primaya Hospital menyanggupi 1 hektare, dan 4,5 hektare tetap milik Yayasan RS PGI Cikini.

Namun, penyampaian yang disampaikan pro BOT oleh yang tidak dilibatkan dalam BOT, misalnya terkait adanya dialog dan sosialisasi, "itu tidak pernah terjadi," jelas dokter senior RS PGI Cikini Tunggul Situmorang, ketika dihubungi Nawacitapost.com, Rabu 28 Juli 2021.

Bahkan, ketika Nawacitapost menanyakan bahwa PGI telah menunjuk  pengacara Hotman Paris Hutapea. Dokter senior Tunggul Situmorang dalam pesan WhatsAppnya. "Beliau adalah pengacara top dan jemaat gereja. RS PGI Cikini adalah milik gereja2 dan melaksanakan visi,misi nya sbg gereja yg nyata. Menjadi wujud (nyata) kesaksian iman dgn moto: Sedare dolorem opus divinum est. (Meringankan penderitaan adalah pekerjaan Ilahi). Semoga hal tsb tetap bisa terlaksana dalam pelayanan di RS PGI Cikini kedepan.Tuhan Yesus Memberkati dengan emoji dua tangan melipat ke atas." tuturnya.

Ketika ditanya  lebih jauh bahwa yang membuat kegaduhan BOT, akan diambil tindakan hukum. Tunggul hanya mengatakan, biarlah itu ranahnya bidang hukum atau penasehat hukum, biarlah penasehat hukum  kami yang menjawabnya.

Yang jelas kata Tunggul, kami ini sudah puluhan tahun bekerja dan mengabdi di RS PGI Cikini, bahkan saya sempat memimpin RS PGI Cikini, jadi cuman era PGI ini saja terjadi hal yang aneh-aneh, tegasnya.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini