Diminta LBP Tiru Habibie, SBY Marah dan Kebakaran Jenggot

0
125
Presiden Jokowi digandneg tangannya ooeh Presiden ke-3 RI (alm) BJ habibie, sebelum Covid, dan Presiden ke-6 RI SBY bersama mantan Presiden PKS Shohibul Imam. Foto Kolase.

Jakarta, NAWACITAPOST – “NGGAK perlulah kita merasa bahwa yang berkuasa sekarang ini di bawah kita. Mungkin saja bapak A, bapak B itu lebih pintar. Tapi sekarang yang berkuasa ini ya sudah.”  Demikian salah satu penggalan kalimat Menko Maritim dan Investasi (Marves) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaiatan (LBP)  dalam acara Kick Andy Double Check yang tayang pada Minggu 25 Juni 2021.

Baca Juga : SBY Berkuasa Ragu dan Takut Bubarkan HTI dan FPI, Hampir Membahayakan NKRI

Pernyataan LBP tersebut sepertinya mengarah kepada SBY yang pernah memimpin sebagai Presiden. Lalu, semakin diperkuat lagi, ketika pembawa acara Andy Noya menanyakan ke LBY, bahwa status SBY sebagai junior Luhut di militer. Luhut mengaku menghormati sikap SBY. Menurutnya, tidak perlu pemimpin yang berkuasa sekarang tidak lebih unggul.

Rupanya, pernyataan LBP dianggap oleh pihak SBY sebagai nada ancaman. Padadahal gayanya LBP memang seperti itu.  “Saya enggak temperamental kok, gaya Batak memeang begini apalagi saya tentara. Saya nggak ada merasa aneh itu. Silakan dia (SBY) ngomong begitu, nggak ada urusan saya.

Saya pikir anak buah saya itu senang-senang saja kok. Apa ada mereka itu nyapa anak buahnya, care sama anak buahnya yang sakit, kan nggak juga. Mungkin jauh, bukan saya mau bilang saya lebih hebat, saya care sama orang banyak. Saya punya foundation yang saya buat 20 tahun lalu sebelum saya jadi apa-apa,” kata Luhut dalam acara Kick Andy Double Check

“Ya dia kan mantan presiden, kita hormati lah. Saya nggak keberatan. Saya bilang sama Pak Bambang, ya oke-oke ajalah, hak-hak beliaulah. Tapi semua hanya titip saja pada pemimpin-pemimpin yang sudah selesai eranya, lebih bagus seperti Pak Habibie-lah, semua duduk manis, datang sekali mengkritik,” ujar LBP.

Pernyataan Luhut tersebut mendapat tanggapan dari Partai Demokrat. “Konteks Bapak SBY berbicara itu di awal tahun 2018. Intinya, ketika itu mengingatkan kalau kekuasaan yang dimiliki bukanlah untuk menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, SBY meminta pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat secara baik. Apabila terdapat suatu kekeliruan dari masyarakat saat mengkritik pemerintah, seharusnya menurut SBY, pemerintah harus mengayomi masyarakat secara baik,” ujar Kabakomstra Demokrat Herzaky Mahendra Putra seperti diberitakan Detikcom, Selasa (27/7).

Mungkin pikir SBY, merasa pernah Presiden dua periode. Tahu dan bisa mengatasi permasalahan bangsa dan negara. Dan, pasti dijamin UU untuk mengkritik kepada pemerintahan Jokowi. Dipikirnya lagi, Jokowi tidak akan membalas pernyataannya secara langsung.

Padahal, bukan Jokowi yang membalas pernyataan SBY. LBP bisa, dan masyarakat yang mengakui dan merasakan kepemimpinan Jokowi akan melakukan hal sama dengan LBP.  Bahkan, mungkin ribuan komunitas pro Jokowi akan melancarkan serangan pernyataan ke Cikeas.

Hanya disuruh seniornya saat di tentara, meniru Habibie, SBY malah marah-marah dan kebakaran jenggot.