Baca Juga : Mentor Khilafah Anti Pancasila Ada di Partai, Masyarakat Perlu Waspada
Letaknya 50 meter dari kantor Kecamatan Jatisampurna, dan 700 meter dari Hotel ADAYA Kranggan Jatisampurna Kota Bekasi. Saat itu operasi Densus 88 menangkap pimpinan jaringan teroris Jamaah Islamiyah, Para Wijayanto. Densus juga menangkap istri Wijayanto berinisial MY dan seorang terduga lainnya BS di hotel tersebut, pada Sabtu 29 Juni 2019.
Kembali ke warung Kang Ari. Luasnya hanya berukuran panjang 3 meter, dan lebarnya 2 meter. Hanya bisa ditempati dua orang. Namun, ditempat ukuran tersebut. Ari dan satu temannya setiap pagi pukul 6 sampai malam pukul 7 masih buka dan setia melayani pembeli.
Kenapa sampai malam. Karena buat kuenya sampai 3 kali. Pukul 6 pagi - 9 pagi kue yang di buat pertama sudah habis. Begitu seterusnya, jelas Ari asal Tasikmalaya, Jawa Barat.
Ketika nawacitapost.com menanyakan tentang kertas yang ditempel berkata Pancasila di dinding tripleks yang merangkap dapurnya. Ari hanya menjelaskan singkat. "Pemerintahan Jokowi yang saya ikuti. Dan, terbukti saya bisa jualan selama enam bulan ini," tuturnya.
Sepertinya warung Ari ini mensyaratkan sebut pancasila dulu sebelum dan sesudah bekerja. Nampaknya hal itu sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat Presiden Jokowi untuk rakyatnya. Yaitu BBM di Bumi Cendrawasih satu harga sama dengan seluruh wilayah Indonesia.
Warung Ari ini juga seirama dengan program dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP. Yang menguatkan nilai-nilai dan sikap Pancasila kepada pelajar. Yang mana mungkin kedua orang tua pelajar tersebut berpofesi pedagang, seperti warung Pancasila Ari.
Bahkan, tidak tertutup kemungkinan. Program BPIP bisa diarahkan kepada para pedagang kecil dan menengah untuk menyebarkan nilai-nilai positif Pancasila.
Jadi, siapa bilang penyebar untuk menggaungkan Pancasila harus terdidik dan terpelajar, bahkan mungkin Guru Besar. Tidak juga, buktinya Ari yang hanya tamatan SD bisa mengaplikasikan Pancasila untuk dirinya dan satu temannya. Pasti juga keluarga dan teman-teman Ari di kampungnya yang berkunjung ke Warungnya melihat tempelan kertas dinding tersebut.
Hal lainnya dan kontras terjadi. Di tengah kaum terpelajar dan terdidik, dan ada partai tertentu anti Pancasila. Ari hadir dengan warungnya yang menularkan aroma positif tentang nilai-nila kemajemukan dalam Pancasila.
Yang jelas dan pasti, warung Pancasila kang Ari, hanya ada di era Jokowi.