Ahmad Sahroni : Jangan Manfaatkan Masa Pandemi Jadi Senjata Politik Jatuhkan Jokowi Untuk Kampanye Pilpres 2024

0
239
Foto : Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni

Jakarta, NAWACITAPOST Wakil Ketua Komisi III DPR RI, ahmad Sahroni mengaku geram dengan sejumlah -pihak yang mengambil keuntungan masa pandemi ini sebagai alat politik untuk menyerang Pemerintahan Presiden Jokowi.

Politisi Nasdem ini menjelaskan bahwa manuver itu seperti mulai curi start kampanye Pilpres 2024 di berbagai daerah hingga Gerakan yang ingin menjatuhkan presiden melalui aksi End Game.
“Belakangan ini kita melihat banyak seklai acrobat yang dilancarkan banyak pihak, utamannya di politik. Saya pribadi melihatnya ini tidak etis, karena kita sedang berjuang bersama menghadapi pandemi,” kata Ahmad Sahroni, Minggu (25/7/2021).

Menurut dia, pandemi Covid-19 ini adalah bencana kemanusiaan yang seharusnya dihadapi dengan bahu-membahu untuk memperbaiki keadaan.” Bukan malah menyerang lawan, jadi, tolong jangan manfaatkan pandemic sebagai senjata politik. Tolong Nurani dipakai,” ujarnya
Sahroni menegaskan bahwa jika pihak-pihak yang melakukan manuver politik ingin mendapatkan dukungan dari rakyat, maka dibuktikan saja kontribusinya dalam menangani pandemi Covid-19 ini kepada rakyat.
“Perang politik, malah akan memecah focus dalam membantu menyelesaikan masalah pandemi ini, rakyat yang sudah sengsara malah makin sengsara,” tegasnya.
Menurut dia,semua pihak bersama-sama membantu pemerintah mengatasi pandemi serta dampaknya terhadap masyarakat.

“sudahilah perang politik saling menyerang ini. Kalau politisi, pjabat, atau partainya pada bener dan bantu rakyat, mereka lihat kok, dan tentunya akan jadi pertimbangan mereka juga untuk elektabilitas nantinya. Dengan kerja, bukan dengan pencitraan atau serang lawan,” ungkapnya.

Bahkan, dia akan berkomunikasi dengan kepolisian terkait kemungkinan dilarangnya segala akis demontrasi selama PPKM.

“Saya akan mengkonsumsikan kepada kepolisian agar melarang segala bentuk demontrasi apapun pandangannya selama masa PPKM. Orang Salat IdulAdha saja tidak boleh, masa demo boleh?,” ucapnya.