Negara Terpaksa Berhutang Lagi, Menteri Keuangan : Demi Keselamatan Rakyat

0
147
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita (dok. Kompas)

Jakarta, NAWACITAPOST Keterpurukan kesehatan dan perekonomian membuat Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati buka bukaan soal utang yang harus ditambah pemerintah guna menyelamatkan perekonomian negara saat wabah pandemi COVID-19.

Menurutnya berhutang bukan menjadi tujuan, namun upaya untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian, pemerintah harus jor-joran disamping menyediakan perawatan dan obat-obatan, pemerintah juga harus menggelontorkan dana besar untuk sejumlah program jaringan pengaman sosial. Sebab pandemi adalah sebuah tantangan yang harus diselesaikan, dan beresiko lumpuhnya perekonomian suatu negara.

“Pandemi Covid-19 memang sebuah tantangan yang sungguh luar biasa. Dia tidak hanya mengancam jiwa manusia, dia juga mampu mempengaruhi dan mengoyak perekonomian suatu negara,” jelas Sri Mulyani dikutip dari siaran Youtube Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan pada Minggu (25/7/2021).

“Kenapa kita harus menambah utang seolah-olah menambah utang menjadi tujuan? Padahal dia (utang) merupakan instrumen, whatever it takes, untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian kita,” jelasnya

Stigma negatif soal hutang negara harus dirubah menurutnya, hutang menjadi salah satu instrumen untuk menyelamatkan kondisi Indonesia saat ini.

“Sehingga mereka tidak hanya bicara utang sebagai stigma namun dia bisa memahami (utang) sebuah instrumen yang dijaga secara profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya dalam menghadapi tantangan pandemi pemerintah harus turun tangan membantu ekonomi masyarakat, agar perekonomian tetap terjaga walaupun seluruhnya menuntut anggaran APBN yang tidak sedikit.

“Kebutuhan untuk meningkatkan anggaran di bidang kesehatan, bantuan sosial bantu masyarakat, dan bantu daerah. Hal ini terjemahannya adalah suatu beban APBN yang luar biasa, kami di Kementerian Keuangan merespon dengan apa pun kita lakukan untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian Indonesia,”

Konsekuensi dari pengeluaran tambahan tersebut, membuat defisit APBN semakin tinggi. Kata Sri Mulyani, menambah utang adalah jalan keluarnya.