Seruan Aksi Kritik Jokowi 24 Juli 2021, Ade Armando : Politisi Busuk Manfaatkan Mahasiswa Dungu

0
218
Foto : Ahli Komunikasi, Ade Armando

Jakarta, NAWACITAPOSTSeruan aksi besar-besaran yang sempat viral tanggal 24 Juli 2021 besok menuai kontroversi. Pasalnya ditengah Pandemi yang belum surut, pelaksanaan aksi nantinya bakal menimbulkan kerumunan yang bukan tidak mungkin akan membuka kluster baru.

Menanggapi hal ini, Ade Armando menyebut ada kepentingan dibalik seruan aksi nasional untuk mengritik Presdien Jokowi dan kebijakannya. Ia menyebut ‘dungu’ mahasiswa yang menyeru aksi karena mampu dihasut oleh politisi pemangku kepentingan tersebut.

Dosen UI itu sangat menyayangkan, dimana orang lain tengah berjuang melawan pandemi disisi lain generasi penerus (mahasiswa) malah tanpa sadar tengah dimanfaatkan oleh politisi busuk.

“Sementara orangtua mereka, keluarga mereka, tetangga, rakyat bersatu padu mengatasi pandemi; para mahasiswa dungu dimanfaatkan politisi busuk untuk bikin gerakan menggulingkan Jokowi,” cuit Ade Armando dalam akun pribadinya @Adearmando1

Selanjutnya, Ia menyatakan bahwa seruan aksi tersebut hanya akan menimbulkan kerusuhan sosial dan memburuknya kondisi ekonomi. Ade menjelaskan hanya masyarakat dungu yang mengikuti seruan aksi itu.

“Ini gerakan bumi hangus. Tujuannya bikin kerusuhan sosial. Ekonomi ambruk. Saya sih percaya masyarakat berakal tidak akan mendukung mereka. Tapi kan diperlukan hanya sedikit orang dungu untuk menciptakan kekacauan,” tulisnya, Jumat (23/07/2021)

Poster seruan aksi kritik kebijaka pemerintah

Diketahui seruan aksi itu viral di media sosial, dalam Poster ajakan aksi mengundang seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya.

Mendengar hal ini, Mabes Polri meminta agar masyarakat tak melakukan aksi unjuk rasa di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19) saat ini. Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut berpotensi menciptakan kerumunan.

“Kami berharap untuk tidak melakukan kerumunan karena situasi angka Covid yang masih tinggi,” kata Argo saat dihubungi media, Jumat (23/07/2021).