Ilustrasi produk bersertifikasi Halal MUI

Jakarta, NAWACITAPOSTPemerintah Indonesia dan Maroko tengah menyiapkan kerja sama government-to-government (G-to-G) di bidang produk halal.

Persiapan tersebut diangkat dalam bilateral meeting yang melibatkan KBRI di Rabat, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan Maroko dan The Moroccan Institute for Standardization (IMANOR).

Maroko Mohammed Benjelloun sebagai Delegasi Kementerian Perdagangan berharap agar kerja sama kedua negara dapat segera direalisasikan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada KBRI di Rabat, Kementerian Perdagangan Maroko, IMANOR serta Kementerian Luar Negeri atas terselenggaranya pertemuan ini. Kami sangat menyambut baik inisiasi kerja sama ini,” kata Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal BPJPH, Siti Aminah, di Jakarta, Kamis (15/07/2021).

“Regulasi kami mengatur bahwa kerja sama internasional di bidang Jaminan Produk Halal dilaksanakan dengan adanya perjanjian Government to Government atau antara pemerintah kedua negara. Untuk itu kami mengharapkan agar Kementerian Perdagangan Maroko dapat segera melakukan MoU dengan pemerintah Indonesia. Atau bisa juga misalnya antara Kementerian Agama di Maroko dengan Kementerian Agama di Indonesia,” tambahnya

 

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021, kerja sama internasional JPH tersebut dapat dilakukan di antara kedua negara dalam bentuk pengembangan JPH, penilaian kesesuaian, dan/atau pengakuan sertifikat halal.

 

Mantan Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan JPH itu menyarankan agar penyiapan MoU kedua negara dilakukan dengan simultan penyiapan kerja sama antara IMANOR dan BPJPH.

“Dokumen (yang telah diterima BPJPH) sedang kita verifikasi, dan tim kami menyatakan (dokumen tersebut telah) lengkap. Jadi sekarang kyang perlu kita lakukan adalah menyiapkan draft MoU G-to-G-nya,” ujar Siti Aminah.

Sebagai informasi, IMANOR adalah lembaga publik nirlaba di Maroko yang didirikan berdasarkan Undang-undang 12-06. Lembaga ini  menjalankan tugasnya di bidang standar, sertifikasi, dan akreditasi.

Baca juga :  Geram Telah Fitnah Moeldoko, LBH HKTI Bakal Perkarakan ICW ke Jalur Hukum

IMANOR melayani pengembangan standar nasional, sertifikasi dan penilaian kesesuaian produk dan organisasi, dan memberikan bantuan teknis peningkatan kualitas dan daya tahan produk dan layanan dalam menjaga kesehatan, keselamatan, dan kehalalan bagi konsumen.