Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Ditutup, Bangun Kepemimpinan Strategis untuk Wujudkan Layanan Pendidikan yang Unggul

0
168

Jakarta, NAWACITAPOST – Pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur negara melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Dengan penyelenggaraan PKN tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim berharap dapat melahirkan pemimpin yang dapat membangun kepemimpinan yang strategis sejalan dengan tema PKN Tingkat II, yaitu “Membangun Kepemimpinan Strategis untuk Mewujudkan Layanan Pendidikan yang Unggul”.

“Para peserta yang telah mengikuti PKN diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan, dan mengaktualisasikan kepemimpinan yang strategis dalam memberikan layanan di bidang pendidikan berkualitas,” pesan Menteri Nadiem saat memberikan sambutan pada penutupan PKN Tingkat II Tahun 2021 secara daring pada Selasa (13/7).

Menteri Nadiem juga berharap pelaksanaan PKN dapat melahirkan pemimpin yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang selalu melakukan inovasi-inovasi baru. Selain itu juga, pemimpin yang baik perlu menyadari bahwa dia tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bisa berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

Kolaborasi dan gotong royong, kata Menteri Nadiem, merupakan asas kerja di lingkungan Kemendikbudristek yang harus diperkuat. “Salah satu tugas utama Kemdikbudristek adalah memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas, maka para pemimpin di masing-masing unit utama harus memperkuat kolaborasi dan gotong royong. Hal itu sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar untuk melahirkan generasi pemimpin baru dengan kemauan yang kuat untuk mengabdi kepada negara,” jelas Menteri Nadiem.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pimpinan Lembaga Administrasi Negara (LAN) beserta jajarannya atas dukungannya dalam kegiatan ini. Pada tahun selanjutnya, diharapkan Pusdiklat dapat menyelenggarakan kegiatan pelatihan pegawai secara mandiri. Kemudian, kepada para alumni PKN II, selamat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh pada pelatihan ini karena masa depan Indonesia bergantung kepada kesungguhan Bapak/Ibu sekalian dalam bergerak bersama mewujudkan Merdeka Belajar sebagai pembelajar sepanjang hayat dan pelayan masyarakat,” pesan Menteri Nadiem.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt.) Sesjen Kemendikbudristek, Ainun Na’im mengatakan bahwa PKN II Angkatan VI ini memberikan pengalaman pembelajaran dan peningkatan kompetensi kepada para peserta sehingga dapat mengemban amanah sebagai aparatur negara yang mampu mengelola pekerjaan sesuai bidang masing-masing untuk masyarakat dan pembangunan nasional.

“Saya berharap bahwa perhatian, pemikiran, dan ide-ide baru tidak hanya muncul selama mengikuti pendidikan, tetapi selalu muncul ketika bekerja. Ketika kita bekerja kita harus selalu memberikan perhatian dan memikirkan bagaimana kita supaya bekerja lebih baik yang berdampak pada lingkungan kita, lembaga kita, dan masyarakat kita,” ungkap Ainun Na’im.

Ia pun berharap kepada peserta agar berkontribusi optimal untuk meningkatkan kinerja organisasi masing-masing, dengan tetap menjaga nilai-nilai akuntabilitas untuk mendukung layanan-layanan pemerintah yang unggul.

“Meskipun dalam suasana pandemi Covid-19, kita diharapkan dapat cepat beradaptasi dengan situasi ini karena kita berhadapan dengan era kenormalan baru yang akan membawa perubahan-perubahan dalam tatanan kehidupan. Saya harap selepas dari PKN ini, Bapak/Ibu terus mengembangkan diri untuk kebaikan masyarakat,” tambah Ainun Na’im.

Selayang Pandang PKN Tingkat II Tahun 2021

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kemendikbudristek, Amurwani Dwi Lestariningsih melaporkan bahwa peserta PKN Tingkat II seluruhnya berjumlah 57 orang yang terdiri atas 47 orang dari Kemendikbudristek, 5 orang dari Kepolisian RI, 1 orang dari BPK, 2 orang dari KPK, 1 orang dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon, dan 1 orang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kepahiyang.

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan PKN Tingkat II bertujuan mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

”Kompetensi yang dikembangkan dalam PKN Tingkat II merupakan kompetensi kepemimpinan strategis, yaitu kompetensi manajerial peserta untuk menjamin akuntabilitas jabatan yang meliputi (1) tersusunnya rumusan alternatif kebijakan yang memberikan solusi, (2) tercapainya hasil kerja unit selaras dengan tujuan organisasi, (3) terwujudnya pengembangan strategi yang terintegrasi untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi, dan (4) terwujudnya kapabilitas pada unit kerja untuk mencapai hasil (outcome) yang baik dari suatu organisasi.

Lebih lanjut, Amurwani menjelaskan bahwa PKN Tingkat II Angkatan VI Tahun 2021 diselenggarakan dengan menggunakan metode kombinasi. ”Untuk mencapai kompetensi kepemimpinan strategis pada PKN II, maka pembelajaran dilaksanakan melalui empat agenda pembelajaran (1) agenda mengelola diri, (2) agenda kepemimpinan strategis, (3) agenda manajemen strategis, dan (4) agenda aktualisasi kepemimpinan,” tutur Amurwani.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN, Basseng menyampaikan bahwa para peserta PKN telah menempuh pembelajaran berdasarkan kurikulum yang sudah ditetapkan oleh LAN, yang esensinya adalah membimbing peserta untuk mewujudkan perubahan dan melakukan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di unit kerja.

“Saya sangat yakin dengan rangkaian tiga kurikulum yang peserta dapatkan, yaitu teori dan konsep pada saat pelatihan, melihat bagaimana pemimpin bekerja secara nyata (dalam negeri maupun luar negeri), dan bagaimana peserta memimpin perubahan itu di unit kerja, maka kompetensi kepemimpinan untuk membawa perubahan dalam komunitas pembelajar ini sudah terbentuk pada setiap peserta,” ujar Basseng.

Pada kesempatan berikutnya, Budi Waluya, peserta dari KPK yang dipilih menjadi Ketua Angkatan PKN Tingkat II Angkatan VI Tahun 2021 mengungkapkan bahwa selama empat bulan mengikuti pelatihan ini banyak pengalaman berharga yang didapat, seperti menumbuhkan kedisiplinan, kebersamaan, dan kekompakkan, baik dengan sesama peserta, panitia penyelenggara, maupun dengan widyaiswara.

“Fasilitas Pusdiklat sangat representatif, pelayanan dan pendampingan dari dari panitia sangat luar biasa karena merespons dengan cepat semua kebutuhan kami. Saya berharap selepas pelatihan ini, kita semua dapat mengimplementasikan proyek perubahan sesuai dengan komitmen yang kita buat. Jangan sia-siakan usia produktif kita, berikan inovasi untuk melayani masyarakat dengan baik,” pungkas Budi.

Lima peserta terbaik yang memilki penilaian sangat memuaskan pada PKN Tingkat II Angkatan VI Tahun 2021, yaitu (1) Bakhtiar Ardiansyah dari LPMP NTB Kemendikbudristek, (2) Ahmad Saufi dari Ditjen Diksi Kemendikbudristek, (3) Putra Asga Elevri dari Ditjen GTK Kemendikbudristek, (4) Sjamsul Hadi dari Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek, dan (5) M. Zakaria dari Kepolisian RI.

(Kornelius Wau)