Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Luhut : Kementerian dan Lembaga Harus Buka Ruang Isolasi

0
119
Foto : Ruang isolasi Asrama Haji di Surabaya (dok. surabaya.go.id)

Jakarta, NAWACITAPOSTPresiden Joko Widodo menginstruksikan untuk lembaga dan kementerian menyiapkan tempat isolasi bagi pasien positif Covid-19. Pemanfaatan lokasi diklat dan wisma diarahkan kepada tiap kementerian/lembaga untuk menyulapnya menjadi lokasi isolasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa lokasi yang disediakan dari tiap Kementerian dan lembaga hanya dikhususkan bagi pasien dengan gejala sedang hingga ringan.

“Presiden perintahkan semua kementerian/lembaga harus punya masing-masing tempat isolasi sendiri yang (untuk pasien positif bergejala) ringan,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/07/2021).

Berdasarkan arahan presiden itu, Luhut menyampaikan agar wabah Covid-19 dapat diatasi bersama dan program ini segera direalisasikan tanpa lagi membebankan kepada pemerintah pusat.

“Karena dana Covid juga ada. Ini baru diperintahkan kemarin, dan saya harap segera berjalan,” ujarnya.

Kemudian Luhut menerangkan bahwa pemerintah telah membuka rumah sakit lapangan/darurat untuk perawatan intensif, terutama bagi provinsi atau kabupaten/kota dengan kapasitas tempat tidur di atas 40 persen dari kapasitas total TT.

“Presiden juga perintahkan seperti Rusun Nagrak, itu kita konversi jadi RS, itu bisa tampung hampir 1.000 orang. Kita lakukan Asrama Haji Pondok Gede, 900 tempat tidur. Gedung Arafahnya 150 ICU sudah jalan. RS Tanjung Duren 500 tempat tidur untuk gejala sedang-berat,” terang Luhut.

Pemenuhan kebutuhan ruang dan tempat tidur untuk isolasi masih terus dirancang pemerintah guna mengantisipasi meledaknya lonjakan kasus terinfeksi Covid-19.

Menurut Luhut, pemerintah telah melakukan strategi pemenuhan kebutuhan dengan mengkonversi 40 persen kapasitas rumah sakit menjadi tempat tidur isolasi bagi pasien Covid-19.