SBY-AHY Ketar-Ketir Menunggu Hasil Gugatan Demokrat Kubu Moeldoko terhadap Kemenkumham

0
614
Jakarta,  NAWACITAPOST Baru-baru ini keluarga Cikeas terus melakukan manuber politiknya terhadap Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amien terkait penanganan Covid-19.
Namun dibalik itu,  banyak pihak yang menilai bahwa  keluarga Cikeas,yakni, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti (AHY) , dan Ibas Yudhoyono tengah menghadapi kepanikan terhadap gugatan Demokrat hasil KLB Delo Serdang yang diketuai Moeldoko.
Banyak yang menilai bahwa duo saudara Cikeas itu juga hanya memberi sensasi untuk kepentingan politiknya.  Termasuk SBY yang terus menerus kritisi kebijakan Jokowi terkait penangangan kasus Covid-19.
Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sendiri saat ini tengah berada dalam proses pengadilan, sehingga ada kemungkinan Demokrat kepemimpinan AHY dapat kalah di Pengadilan dan diputuskan di Kemenkumham.
Bahkan, kubu Demokrat Moeldoko mempertanyakan sikap AHY yang tidak hadir dalam persidangan  mediasi di Pengadilan, dengan kubu Demokrat KLB deli Serdang. Padahal AHY selaku pihak penggugat.
Beberapa pihak juga ikut mengomentari Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY)  kembali mengeluarkan kritik pedas terhadap pemerintah.

SBY menyampaikan kepemimpinan Presiden Jokowi agar tidak anti kritik, dan Luhut Binsar Pandjaitan supaya jangan ada ancaman saat memimpin PPKM darurat.

“Pak SBY ini sudah cukup lah,  main-main politik-politiknya. Publik sudah muak karena ucapan beliau haus akan kekuasaan, ” kata Pengamat Sosial Politik Rudi S Kamri You Tibe Kanal Anak Bangsa,  dikutip,  beberapa waktu lalu.

Rudi menyebutkan ucapan atau kritik yang dilontarkan SBY kepada pemerintahan Presiden Jokowi kerap menyinggung kedudukan.

Rudi menyarankan SBY agar mundur dari kepemilikan Partai Demokrat.Sebab, kata dia, Partai Demokrat biarkan berjalan sesuai dengan namanya.

“Gantian saya mengkritik, SBY lepaskan Demokrat itu dulu,  jangan menjadikan partai sebagai ‘perusahaan’ keluarga,” jelasnya.

Dia juga menyebut, sebaiknya SBY untuk melakukan menikmati masa tuanya dengan berkualitas.

“Kalau Pak SBY mau dianggap guru besar sebaiknya menulis buku atau bikin lagu saja, ” katanya

Selain itu,  kritikan terhadap Cikeas datang dari Pegiat Media Sosial,  Denny Siregar dengan lantang membela keras Presiden Jokowi untuk melawan kritikan dari sejumlah tokoh.
Bahkan, dari para Petinggi Demokrat yang tengah sibuk mengkritik Jokowi.
Untuk diketahui,  Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  dan Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD)  Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) memberikan kritikan pedas terkait ketidakmampuan pemerintah menangani permasalahan Covid-19.
Denny Siregar secara tegas menyebut bahwa para pengkritik itu seolah-olah hebat saat dihadapkan dengan permasalahaan yang sama.
 Denny juga menyinggung tentang skandal Hambalang yang terjadi di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Mereka ribut banget… “Presiden harusnya begini.. “Jangan sampai kita jadi failed nation.. “Presiden inkompeten! “Seakan2paling jago ngurus sesuatu. Eh,  sekalinya dikasi kesempatan, jadinya cuma candi Hambalang, ” cuit Denny Siregar di Twitter, dilihat Senin (12/7/2021).
Seperti diketahui sebelumnya,  AHY mempertanyakan kemampuan negara selamatkan rakyatnya dari pandami Covid-19 dengan menyoroti publikasi Bank Dunia yang turunkan rangking Indonesia dari kategori negara berpengahsilam menengah ke atas (2019)menjadi  berpengasilan menengah ke bawah (2020).
“Idealnya, kita selalu naik kelas. Jangan tinggal kelas,  apalagi turun kelas. Masalah gentingnya,  bukan di mana status kelas kita saat ini. Tapi, mampukaj negara ini menyelamatkan rakyatnya dari Covid-19?,” kata AHY,  Rabu (7/7/2021).