Ternyata Kader Demokrat alumni UI mendukung BEM UI? 

0
307
Jakarta, NAWACITAPOST – Kader Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI)  Herzaky Mahendra Putra mengomentari soal maraknya doxing di media sosial. Dia mengatakan adanya perbedaan penyampaian pendapat pada era orde baru dan saat ini. 
“Serangan atau upaya pembungkaman pada masa kini lebih mengerikan,  seperti upaya doxing, ” kata Herzaky Mahendra Putra di kutip Genpi. CO,  Sabtu (10/7/2021).

 

Untuk diketahui,  doxing adalah upaya membongkar atau menyebarkan informasi pribadi tanpa seizin individu oleh pihak tidak berwenang.
Dengan lantang,  Herzaky mencontohkan kasus yang menimpa Ketua BEM UI leon Alvinda Putra.
Dia menilai bahwa Leon  menjadi korban doxing setelah BEM UI mengkritik Presiden Jokowi dengan sebutan The King of Lip Service.
Selai doxing,  peretasan sebagai upaya pembungkaman,” Ini ada sinisme-sinisme seperti ini,  dia persepsi seperti ini yang kemudian membuat ruang gerak teman-teman mahasiswa juga agak berat, ” kata dia.
 
“Kedua,  ada namanya peretasan,  banyak lah,  ada peretasan akun baik itu akun resmi maupun akun prinadi. Baik itu media sosialnya maupun aplikasi percakapan.Ini banyak sekali terjadi,  berulang kali kasusnya, ” ucapnya. 
 

Dia mengaku banyak orang masih menganggap gerakan sosial dari sudut pandang konservatif, karena harus dilakukan lewat aksi massa di lapangan.

Politisi Ferdinand Hutahaean mengaku bahwa cuitan dan gerakan mahasiswa  i BEM UI itu patut diduga dilakukan karena ada pihak-pihak politik atau pihak yang sengaja membuat kegaduhan.

“Ya mereka di manfaatkan oleh alumni atau orang politik yang berlawanan dengan pemerintah Jokowi,  maka mereka digunakan untuk alat melawan pemerintah, ” jelasnya kepada Nawacitapost. Com,  Minggu (11/7/2021).

Mantan politisi Demokrat ini menilai adanya kedekatan antara pihak-pihak pengasut atau politisi yang  berlawanan dengan Jokowi memanfaatkan BEM ui tersebut.

“Adanya pihak lawan Jokowi memanfaatkan BEM UI untuk kepentingan politik melawan Jokowi,” jelasnya.