Baca Juga : Ibas Sebut Jokowi Gagal, Netizen : Anak dan Menantu Jokowi Jadi Walikota
Ruhut yang kini Politisi PDIP membalas keras atas kritikan Politisi Partai Demokrat terkait penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah.
Melalui cuitan di akun Twitter @ruhutsitompul, mengatakan “Partai Demokrat pada marah nie ye karena Aku katakan tolol ha ha ha tolol banget, kasih contohnya Sekolah naik kelas dan tinggal kelas sich kelihatan “telmi telat mikir” gimana mau Capres atau Wapres sudahlah baik2 saja duduk diboncengan jgn Nyinyir,” cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dilihat,Kamis (8/7/2021).
Ia mengatakan jika Politisi Demokrat yang marah akan cuitaanya kelihatan telat mikir. Bahkan, pria yang sempat mengaku dirinya anjing penjaga mantan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menyerang kader mantan partainya itu dengan sebutan tolol.
Seperti diketahui sebelumnya, putra mahkota level 2 (dua) yang juga Waketum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan bahwa pemerintah terlihat tidak berdaya dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Seperti kelangkaan tabung oksigen yang tengah terjadi saat ini.
Menurut Ibas dia, hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah lemah dalam mengambil langkah-langkah antisipasi. “Pemerintah terlihat tidak berdaya menangani pandemi sudah memasuki tahun kedua. Kurangnya tabung oksigen, misalnya, menunjukkan antisipasi lemah dari pemerintah,” kata Ibas dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).
Yang jelas dan pasti SBY setelah tak jadi Presiden dan AHY dipaksa berhenti dari tentara dengan pangkat terakhir Mayor oleh ayahnya, dan Ibas, saat SBY jadi Presiden, diduga dan dituding melakukan korupsi berbagai anggaran. Tabiat dan sosok aslinya nampak dan kental akan negatifnya.
Seharusnya Keluarga Cikeas bersimpati dan melakukan tindakan nyata untuk berbuat kebaikan dalam situasi pandemi ini. Bukannya senang atas penderitaan rakyat, dan kerap mengatakan pemerintahan Jokowi gagal.
Yang terjadi dan buktinya, malah Jokowi disenangi netizen. Bahkan kakek dari Jan Ethes terus berbuat pagi, siang, sore, malam dan dinihari memperhatikan kebutuhan rakyatnya, terutama mereka yang terkena Covid -19, dan orang-orang berdampak juga.