Mulai Hari Ini, PT KAI Commuter Wajibkan Pengguna KRL Pakai Masker Ganda Selama PPKM Darurat

0
143
Foto : Situasi Kondisi di Stasiun

Jakarta, NAWACITAPOST – KAI Commuter Imbau Pengguna KRL Ikuti Aturan dan Protokol Kesehatan Saat Menggunakan KRL Selama Masa PPKM Darurat . Volume Pengguna KRL sejak Rabu (7/7)  kemarin hingga pukul 09.00 WIB tidak jauh berbeda dengan Selasa kemarin pada waktu yang sama yaitu sebanyak 80.475 pengguna. Untuk mendukung pelaksanaan PPKM Darurat ini, KAI Commuter menghimbau untuk KAI Commuter mengajak seluruh pihak untuk mematuhi dan mengikuti pelaksanaan PPKM Darurat. KRL sebagai transportasi publik tetap hadir hanya untuk melayani kebutuhan yang sifatnya mendesak. Kami tetap beroperasi untuk melayani pengguna sesusai protokol kesehatan dan aturan yang berlaku.

Pada masa penerapan PPKM Darurat ini, KAI Commuter juga mewajibkan para pengguna mengenai kewajiban untuk memakai masker ganda, dengan salah satunya adalah masker medis sebagaimana yang direkomendasikan para dokter dan Kementerian Kesehatan. Para pengguna KRL juga bisa menggunakan masker jenis N95, KN95, atau KF95 tanpa harus dirangkap. Kebijakan ini merupakan salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19 yang terus bertambah beberapa minggu terakhir.

Meski penggunaan masker ganda masih dalam masa sosialisasi, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pengguna yang telah menggunakan maske ganda. Hari ini merupakan hari terakhir sosialisasi kepada pengguna KRL untuk menggunakan masker ganda. Mulai besok Kamis, (8/7) pengguna sudah diwajibkan menggunakan masker ganda atau masker jenis N95, KN95, atau KF95. Kami himbau para pengguna untuk mentaati peraturan tersebut, maka bila tidak menggunakan masker ganda pengguna tidak diizinkan naik KRL atau masuk area stasiun.

Untuk mendukung pelaksanaan PPKM Darurat ini, KAI Commuter menghimbau untuk KAI Commuter mengajak seluruh pihak untuk mematuhi dan mengikuti pelaksanaan PPKM Darurat. KRL sebagai transportasi publik tetap hadir hanya untuk melayani kebutuhan yang sifatnya mendesak.