Berhentilah Jadi Iblis,  Ferdinand Hutahaean: Kelompok Oplosan Plastik Jangan Memprovokasi Warga Untuk Melawan PPKM Darurat

0
267
foto: Politisi Ferdinand Hutahaean @FerdinandHaean3
Jakarta,  NAWACITAPOST – Politisi Ferdinand Hutahaen mengecam kelompok -kelompok yang terus melakukan provokasi terhadap pemberlakuan PPKM Darurat yang  diberlakukan Pemerimtah yang telah berjalan sejak tanggal 3 Juli-20 Juli 2021 mendatang.
Ferdinand mengatakan langkah kelompok atau yang dia sebut kelompok oplosan plastik ini jangan menjadi iblis.

“Wahai kalian, siapapun kalian yang isi kepala dan hatinya terus memprovokasi warga untuk melawan aturan PPKM Darurat ini, tolong berhentilah 2 minggu saja jadi iblis,” kata Ferdinand dikutip Facebook, Ferdinand, Jumat (9/7/2021)

Mantan politisi Demokrat ini  meminta agar pihak-pihak yang memprovokasi untuk berubah menjadi malaikat dan menghimbau warga di rumah.
“Tolong berubah jadi malaikat, himbau warga ini dirumah saja, patuhi anjuran pemerintah..!,” ujarnya.
Untuk diketahui,  sebelumnya duo saudara ini,  AHY-Ibas mempertanyakan kemampuan Negara dalam mengatasi pandemi Covid. AHY khawatir akan kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia yang semakin melonjal.

Sementara itu. Ibas  tidak ingin Indonesia jadi filed nation dam menangani Covid-19

Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama untuk mematuhi PPKM darurat agar lonjakan kasus Covid-19 ini berakhir.

“Lonjakan kasus Covid-19 beberapa hari ini membuat kita semua harus bekerja keras. PPKM Darurat sudah diterapkan di Jawa dan Bali,” kata Presiden Jokowi melalui akun Facebooknya jokowidodo yang dilihat,  Kamis (8/7/2021).
Bahkan,  Jokowi mengingatkan agar jajaranya bekerja keras dalam menangani kasus Covid-19 ini.
Selain itu,  mantan Gubernur DKI jakarta ini meminta langkah antisipasi peningkatan kebutuhan tempat tidur di seluruh ruma sakit (RS) Jakarta dan sekitarnya.
“Sebagai langkah antisipasi peningkatan kebutuhan tempat tidur di rumah-rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya, pemerintah menyiapkan sejumlah tempat tambahan untuk isolasi bagi mereka yang positif,” kata Jokowi.
“Di Asrama Haji Pondok Gede yang saya tinjau semalam, pemerintah menyiapkan 900 tempat tidur isolasi, 50 ICU (intensive care unit), dan 40 HCU (high care unit). Fasilitas ini saya harap sudah bisa digunakan dua hari ke depan,” ucapnya.
“Di Rumah Susun Nagrak kita siapkan 2.273 tempat tidur dan di Rumah Susun Pasar Rumput sebanyak 3.986 tempat tidur,” ungkap dia.
Di samping itu, pemerintah juga menambah kapasitas Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet sebanyak 1.200 tempat tidur.