Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan sekaligus Presiden Kelima Republik Indonesia / humas PDIP

Jakarta,  NAWACITAPOST – Megawati juga menilai kelompok perempuan di Indonesia masih menganggap berpolitik merupakan hal tabu. Dia menyayangkan hal itu, karena menurut dia berpolitik itu sesederhana mempertanyakan hal-hal yang dekat di kehidupan sehari-hari.

“Politik itu, apalagi kaum perempuannya, suka merasa tabu berpolitik, padahal saya bilang, kalau berbicara harga cabai, itu berpolitik,” kata Megawati.

“Politik itu sebetulnya gampangnya pertanyaan, whyWhy begini why begitu, mengapa begini mengapa begitu, maunya begini maunya begitu, that is politic. Gampang saja, enggak usah pakai ilmu-ilmu dulu, itu bahasa rakyat saya,” ujar Megawati.

Oleh karena itu, Megawati mengajak agar kelompok perempuan berani berpolitik. Bahkan, ia menyebut para perempuan semestinya mencontoh dirinya yang memangku sejumlah jabatan di dunia politik. Menurut Mega, jika dirinya bisa menjadi presiden, wakil presiden, ketua umum partai, serta anggota DPR, maka perempuan yang lain pun bisa mengikuti jejaknya.

“Jadi ibu-ibu please, tolong kaum perempuan itu, saya ingin, nah kalau saya bilang begini nanti yang enggak seneng sama saya bilang, ‘bu itu muji-muji diri sendiri’, no. Contoh saya, seorang perempuan bisa jadi presiden, wakil presiden, tiga kali (anggota) DPR, ketua umum partai sampai sekarang,” kata Mega.

Selain itu, Ketua Umum Megawati juga menyayangkan masih adanya praktik kekerasan dalam rumah tangga dari suami kepada istrinya. Dia mengaku pusing melihat berita-berita di televisi yang mengabarkan ada anak dibunuh oleh orangtuanya atau anak yang membunuh orangtuanya.

“Jadi kaum perempuan, aduh, kadang-kadang kita sendiri membuat kaum perempuan menjadi terhina. Bayangkan, kok mau ya digampar sama suami? Kalau saya sih enggak mau,” kata.

Dia meminta agar suami atau pihak laki-laki dapat menghormati perempuan atau pihak istri.

Baca juga :  Dilarang PDIP, Relawan Semakin Solid Dukung Ganjar Maju di Pilpres 2024

“Jadi jangan takut kaum perempuan itu. Nah lakinya juga nurut dong, karena nggak mungkin kalau ada matahari ada bulan, kalau ada ibu ada bapak, kalau ada istri ada suami, itu siapa pemberian kata-kata itu? Gusti Allah,” ucap Megawati.