Kredit Foto: Instagram/ferdinand_hutahaean
Jakarta, NAWACITAPOST – Maraknya buku tentang radikalisme dan terorisme  di dunia maya melalui akses internet menjadi ancaman bagi negara,  khsusunya anak-anak generasi bangsa.
Menanggapi hal itu,  politisi Ferdinand mengatakan, maraknya buku-buku tentang terorisme dan radikalisme yang beredar di internet secara gratis sangat mengancam generasi muda yang patut dilindungi secara nyata oleh pemerintah dan negara.
“Sangat kita sayangkan memamg hal2 seperti ini bisa dengan mudah ditemukan di media sosial kita. Saya tidak mengerti apa yang dikerjakan oleh Kementerian Kominfo sebagai yang berwenang memblokir situs-situs propaganda yang nyata-nyata melanggar aturan,” kata Ferfinand kepada NAWACITAPOST, senin (28/6/2021).
Kata Ferdinand, mestinya kominfo bisa lebih sigap, lebih siap dan lebih proaktif menindak situs-situs yang menyebarkan paham radikal seperti ini.
“Komimfo harus bisa melaksanaksn kewenangannya secara baik, jangan cuma tebar pesona saja menterinya dan pejabat-pejabatnya, tapi kerja nyata yang perlu,” ujarnya.
Menurut dia,  bangsa ini harus dijaga, dilindungi dan dibentengi dari upaya-upaya perusakan ideologi.
” Kominfo jangan diam dan harus aktif supaya rafikalisme dan intoleransi bisa kita lawan,” tegasnya.
Seperti diketahui,  sebelumnya,  Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Penanganan Terosrime, M , Najih Arromadloni, mengatakan bahwa saat ini betapa mudahnya akses buku tentang terorisme dan radikalisme.

M. Najih mengungkapkan soal akses buku terorisme dan radikalisme dalam podcast di You Tube Deddy Corbuzier, Rabu (23/6) lalu.

Dalam video itu, Presenter Deddy Corbuzier sempat tidak percaya saat M Najih menyampaikan kemudahan akses buku-buku mengenai terorisme dan radikalisme.
Sebab, buku-buku yang di lihatkan oleh Deddy bisa didapatkan secara gratis di Internet Indonesia.

Dia menjelaskan, bahwa buku-buku terorisme itu hanya sebagai kecil saja dari yang ada diinternet, ada sekitar nol koma sekian persen.

Baca juga :  Tarif Terbaru Ojek Online