Pajak Sembako 12 Persen Hoaks

0
320
Ilustrasi Hoaks

Jakarta, NAWACITAPOSTAktivis Media Sosial Ade Armando dalam chanel Youtube di Cokro TV, belum lama berselang, mengkritik keras kepada sejumlah media terkemuka tentang penyebaran berita, bahwa pemerintah akan menaikan pajak sembako. Menurut Ade, berita itu tidak benar menjurus menyesatkan.

Baca Juga : Melalui Cokro TV, Ade Armando Cs Lawan Radikalisme 

NAMUN, anehnya pemberitaan dari media itu,  sepertinya digunakan organisasi untuk pembenaran menghujat pemerintah habis-habisan. Ketua Umum KSPI Said Iqbal kenaikan pajak sembako dan lembaga pendidikan kembali ke zaman kolonialisme, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyebut, kebijakakan pemerintah itu tak Pancasilais dengan menyengsarakan rakyat.

Kenapa sembako dipajaki, saat pengemplang  pajak diampuni, pajak korporasi diringankan dan pajak mewah dibebaskan, ujar Syaikhu.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bernada sama, bahwa sembako yang dipajaki pemerintah, itu tak beretika.

Narasi yang dibangun oleh mereka-mereka itu, bahwa Pemerintah lagi kelimpungan cari dana, maka sembako dipajaki. Kata mereka, pajak juga  menyasar kepada lembaga pendidikan dan kesehatan.

Memang, pemerintah akan mengenakan pajak kepada beras premium yang dikonsumsi kelas menengah atas, seperti beras basmati, shirataki yang harga bisa 10 kali lipat dari beras cianjur, pandan wangi, dan rojolele.

Kemudian daging sapi premium : Kobe, Wagyu yang harganya 10 kali lipat dan dikonsumsi kelas atas, wajar untuk dikenakan pajak.

Lembaga pendidikan, yang mengenakan tarif mahal, sangat wajar dikenakan pajak. Itu namanya keadilan. Artinya, rakyat lemah dibantu rakyat yang mampu, tutur Ade tegas.

Ade melanjutkan, inilah contoh judul penyebar berita menyesatkan, Wajib Tahu Ini daftar Sembako yang Bakal Kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 Persen Simak, Ini Daftar Sembako yang Akan Dikenakan pajak 12 PPN.

Pokoknya sembako hingga pasir bakal kena PPN 12 persen, Dulu bebas pajak, kini sembako kena PPN.  Dari beras hingga jagung dikenakan PPN. Begitulah narasi yang diberitakan oleh media mainstrem.

Yang jelas dalam draft itu tidak ada pajak sembako PPN 12 persen, pungkas Ade.  Boleh dibilang pajak yang diberitakan itu hoaks.