Diduga Saat Senang APBD Jakarta Buat Kelompoknya? Covid 19, Anies Minta Dana ke Jokowi 

0
424
Anies Bersepeda di Sudriman Jakarta, Minggu (20/6/2021). Foto Instragram

Jakarta, NAWACITAPOSTAnggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jakarta tiap tahun sejak era Jokowi sampai Anies di atas 74 triliun rupiah. Dana sebesar itu seharusnya pendidikan dan kesehatan bagi warga Jakarta gratis. 

Baca Juga : Ada Warganya Kena Covid-19, Kenapa Bapak Gubernur Anies Baswedan Sibuk Urus Jalur Sepeda?

DI era Jokowi dan Ahok kedua bidang itu memang gratis dan warga Jakarta menikmatinya secara happy n enjoy.

Era Anies sebaliknya. Bidang tersebut memang gratis, tapi dugaannya hanya diberikan dan dinikmati pendukungnya.

Kini kasus Covid semakin melonjak di Jakarta. Setiap hari hampir 5.500 warganya terkena virus tersebut. Anies hanya menghimbau dengan seruan. Nada klasik pun didendangkan. “Tak boleh ada kerumunan warga lebih dari 5 orang, dan ada sanksi yang akan diterima warga bila melanggar,” jelasnya.  Tapi tetap saja warga kurang yakin akan seruan Anies.

yang terjadi malah orang terkena virus ke Rumah Sakit bertambah penuh, ruang isolasi terus ditambah dan semakin menipis.

Kritik kepada Anies dilontarkan mantan Juru Bicara PSI Dedek Prayudi  terkait penanganan kkasus Covid-19 di wilayahnya yang semakin tinggi.

Dedek menyindir agar Anies menarik pembiayaan ajang balap mobil listrik formule E yang tak pernah dilaksanakan, tetapi dana mencapai 1 triliun sudah dikucurkan kepada panitia yang diduga kelompoknya.

Ditambah pembangunan trotoar sepeda yang sia-sia, karena hendak dibongkar karena mengganggu dan membahayakan keselamatan pengguna lainnya akan dibongkar. Padahal  pembangunannya mencapai puluhan miliar.

Seruan Anies bertambah, yaitu meminta dana ke pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi. Alasannya, untuk menanggulangi Covid 19. Jadi, ketika senang Anies keluarkan dana APBD untuk kelompoknya, saat susah minta dana ke Jokowi. Itulah Anies.