Sejarah Mencatat Ketua Umum Alumni Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang, Partainya Ada di Senayan dan Bukan Menjabat Ketua DPC Di Luar GMNI  

0
243
Searah Jarum Jam : Eks Ketum PA GMNI, Palar Batubara, eks Ketum PA GMNI Soekarwo dan Ketum PA GMNI Ahmad Basarah. Foto Kolase

Jakarta, NAWACITAPOSTKongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA- GMNI) yang bermotokan Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang. Jika tidak ada aral melintang, bakal dihelat, pada 21 -23 Juni 2021 di Bandung. Menjadi seksi dan banyak peminatnya. Pasalnya, tahun politik 2024 mendekat. Kental kepentingan pasti terjadi dan beraroma posisi jabatan menjadi sesuatu dambaan.

Baca Juga : Aktivis 98 Adian Napitupulu Lebih Dulu Sebut Amien Rais Bukan Tokoh Reformasi, Benny Rhamdani Mengekor? 

DALAM hitungan kurang lebih 150 jam dari sekarang. Ketua alumni GMNI periode 2015 – Juni 2021, Ahmad Basarah  akan  demisioner. Alias berakhir. Basarah menjabat orang nomor satu alumni GMNI sejak Agustus 2015. Seharusnya berakhir pada September 2019 (baca : Anggaran Dasar  Pasal 20 ayat 2 yang berkata Kongres diadakan sekali dalam 4  tahun)

Terkait posisi Ketua Umum (Ketum) Alumni ini. Sejarah mencatat. Partainya berada di Senayan. Sebut saja : Palar Batubara (Golkar), Soekarwo (Demokrat) dan Ahmad Basarah (PDIP). 

Kabarnya, sejumlah nama pengganti Basarah turut meramaikan bursa pemilihan Ketum Alumni GMNI. Arif Wibowo, Bambang ‘Pacul’ Wuryanto, Arief Hidayat dan Nanang Tyas Puspito. Mereka itu dijamin partainya ada di Senayan.

Namun, patut disimak pernyataan Ketua Panitia Kongres PA GMNI, Karyono  Wibowo yang menyebut sosok calon Ketum PA GMNI minimal setara dengan Ketum PA GMNI saat ini yang juga Wakil Ketua MPR RI yaitu Ahmad Basarah, seperti dilansir tribunews.

Calon Ketum. Biasanya berkecimpung dalam GMNI (non alumni). Jadi sangat kecil dan tidak pernah ada calon Ketum PA GMNI berkiprah diluar GMNI. Seperti menjadi Ketua DPC HMI, GMKI, PMKRI dan PMII.

Syarat utama yang tersirat dan menjadi patron. Ketum PA GMNI partainya harus berada di Senayan dan tidak pernah menjabat Ketua DPC diluar GMNI.