Sambil Belanja Sayuran, Sri Mulyani Jelaskan Soal PPN Sembako ke Pedagang Pasar

0
203

Jakarta,NAWACITAPOST – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunjungi Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/6). Selain blusukan ke pasar untuk berbelanja sayur dan buah, Sri Mulyani juga berbincang dengan pedagang serta menjelaskan mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sembako.

Ditengah blusukannya Sri Mulyani, salah satu pedagang bumbu mengungkapkan kekhawatiran pedagang atas rencana pengenaan PPN sembako yang dapat menaikan harga jual.
Sri Mulyani menegaskan tidak mengenakan PPN sembako murah yang dijual di pasar tradisional. Namun, untuk sembako premium tetap termasuk dalam obyek barang yang dikenakan PPN untuk melaksankan azas keadilan.

“Beras premium impor seperti beras basmati, beras shirataki yang harganya bisa 5-10 kali lipat dan dikonsumsi masyarakat kelas atasm seharusnya dipungut pajak”, tulis Sri Mulyani.

“Demikian juga daging sapi premium seperti daging Kobe, Wagyu yang harganya 10-15 kali lipat harga daging sapi biasa, seharusnya perlakukan pajak berbeda dengan bahan kebutuhan pokok rakyat banyak”, tambahnya.

Untuk diketahui,rencana pengenaan PPN untuk barang sembako ini tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).
(Tiara Islami)