Pasangan capres 2024 Yang Bikin Gempar Dunia,  MPR Harus Amandemen Konstitusi Demi Indonesia

1
1046
Jokowi - Ahok

Jakarta, NAWACITAPOSTBisa disebut duet maut kepemimpinan Jokowi – Ahok di Jakarta. Sangat terasa dampaknya. Pelajar SD – SMA dimudahkan serba gratis alias tinggal belajar saja, ketentuannya bersekolah di sekolah negeri. Belum lagi tunjangan asupan makanan  – minuman bergizi, dan roda transportasi.  Itu semua dimiliki siswa Jakarta melalui Kartu Jakarta Pintar.

Baca Juga : Mengancam Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Presiden Jokowi Ingatkan Bahaya Radikalisme di Era  Digital

KEMUDIAN bagi warga Jakarta, soal urusan KTP, Kartu Keluarga dan surat menyurat di kelurahan, diurus dan didapatnya serba gratis alias no pungli.  Transportasi pun sangat murah, dijangkau, dengan diperbanyaknya jalur Bus Way ke berbagai arah tujuan di Jakarta. Terjadi saat Duet Jakarta (Jokowi – Ahok) diperiode 2012 -2014.

Kemudian Jokowi dicapreskan 2014 dan menang menjadi Presiden. Ahok pun secara otomatis (berdasar UU Kepala daerah) menjadi Gubernur dari sebelumnya Wakil Jokowi di Jakarta.

Tiga tahun Ahok menjadi orang nomor satu Jakarta  (2014 -2017). Gebrakan Jakarta lebih gila lagi, banjir yang tadinya hampir 100 persen dan warga Jakarta tak bisa kemana-mana.  Oleh Ahok berkurang menjadi 20 persen. Warga yang tinggal dibantaran kali Ciliwung diminta Pindah dengan program ganti untung.

Disediakan rumah susun dan transportasi gratis, serta diberikan kemudahan-kemudahan lainnya.  Jakarta menjadi bersih dan indah, karena  ada pasukan oranye dan pasukan biru yang tiap hari dalam kondisi apapun melaksanakan tugasnya dengan sigap.  Demikian dengan kemacetan yang tadinya 10 Km per jam berkurang menjadi 3 Km per jam.

Hal yang dilakukan Ahok di Jakarta bukan hanya direstui Presiden Jokowi. Kebijakan pusat dan daerah Jabodetabek khususnya berintegrasi dengan baik. Dengan kata lain, peran Jokowi sebagai Presiden membantu Ahok dalam menata Jakarta lebih baik sangat besar.

Namun, saat Ahok mencalonkan Gubernur Jakarta di Pilkada 2017. Hasilnya kalah, bukan itu saja, ia harus mendekam dipenjara karena isu penistaan agama yang kental berbau politis. Jualan ayat dan agama dari pihak lawannya, membuat Ahok tak bisa lagi jadi Gubernur.

Anehnya, negara-negara di dunia menawarkan Ahok untuk memimpin sebagai Gubernur dan Walikota di negara tersebut. Eropa, Amerika Serikat dan masih banyak lagi memberi tawaran kepadanya.

Bahkan, kabarnya duet Jokowi Ahok, dan Jokowi Presiden, Ahok Gubernur membuat negara tetangga seperti Singapura ketar-ketir. Maklum, banyak pengusaha Indonesia yang menaruh uangnya di Singapura kala itu,  karena melihat dan merasakan kepimpinan Jokowi Presiden dan Ahok Gubernur Jakarta menarik uangnya, dan menaruhnya di Bank Indonesia. Bahkan para pengusaha itu membangun Indonesia dengan rasa gembira.

Kini duet itu Jakarta Jokowi – Ahok. Kabarnya akan diplotkan secara nasional. Capresnya Jokowi dan Cawapresnya Ahok. Jika duet ini benar terjadi. Selain membuat dunia gempar, banyak pemimpin dunia nanti minta belajar dari duet maut tersebut.  Bahkan warga luar Indonesia, akan menuntut sama kepada pemimpinnya, seperti Jokowi – Ahok lakukan.

Yang jelas gratisnya bukan hanya SD- SMA, tetapi sampai Perguruan Tinggi, dan tidak hanya sekolah negeri saja, sekolah swasta juga murid-muridnya bisa gratis SPP. Transportasi, wisata, dan hal-hal lainnya. Yang dulu kita harus merasakannya di luar Indonesia. Kini sudah ada dan bisa dirasakan luar biasa di negeri sendiri.

Tentu menduetkan pasangan Jokowi -Ahok.  Syaratnya MPR sebagai lembaga tinggi negara dan yang berhak merubah konsitusi. Khususnya terkait amandemen capres tiga periode bisa digolkan. Itu, jika mau Indonesia sebagai negara maju dan membantu negara-negara lain di dunia, maka duetkanlah Jokowi – Ahok.

 

1 KOMENTAR

Comments are closed.