Ungkap Kecurangan Pemilu 2009, SBY Diduga Gunakan Politik Bansos Untuk Jadi Presiden 2 Periode

0
407

Jakarta, NAWACITAPOST– Sekretaris Jenderal di DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan soal bantuan social (bansos) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pemilu 2009 .

Hasto juga mengungkapkan soal adanya desakan yang ingin menggugat kemenangan Partai Demokrat (PD) di tahun 2009 dan Kemenangan SBY di Pemilu 2004-2009 dan 2009-2014.

“Saya mendengar dari internal Demokrat sendiri terkait kecurangan Pemilu 2004 dan 2009, dan bagaimana pada tahun 2009 saya jadi saksi manipulasi DPT itu dilakukan . Bagaimana poltik bansos ala Thaksin itu dilakukan sehingga ada pihak yang menjuluki ‘Pak SBY itu Bapak Bansos Indonesia,” kata Hasto di Diskusi Jumat (28/5).

Hasto menyebutkan Analisa dugaan kecurangan itu, diperkuat berdasarkan penelitian Marcus Mietzner yang menganalisa Pemilu 2009. Dia menunjukkan bagaimana dari Juni 2008 April 2009, ada dana USD 2 miliar yang dipakai untuk politik bansos.

Menurut dia, Marcus menyebutkan bahwa SBY meniru strategi Thaksin Shinawatra di Thailand. Politik Populisme yang kemudian menyandera APBN.

Sekjen PDIP ini menegaskan bahwa hal itu diikuti oleh seluruh kepala daerah yang ada di Indonesia , yakni bagaimana berlomba-lomba megadeal bansos sebagai bagian dari politik electoral.

“Bagaimana poltik kekuasaan juga dipakai, bagaimana poltik electoral menggunakan dana besar sehingga terjadi kasus Bank Century dan sebagainya kita tidak ingin seperti itu,” ujarnya.

Demokrat Kubu Moeldoko Ingatkan Keburukan SBY di Pemilu 2004 dan Kasus Bank Century

Demokrat Kubu Moeldoko,HM Damrizal mengatakan tantangan mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie yang akan buka-bukaan soal Pemilu 2004 dan kasus Bank Century karena tersinggung oleh tudingan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra Mahendra.

“Apalagi kalau tudingan Herzaky itu atas persetujuan dan sepengetahuan SBY –AHY,” kata Damrizal, Minggu (23/5).

Damrizal mengungkapkan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan kena malapetaka berupa Karma Luar Biasa, jika Marzuki Alie buka suara terkait Pemilu 2004.

Apalagi jika Marzuki Alie buka suara juga terkait ‘Bank Century’ yang sampai saat ini belum di selesaikan, dan Pemilu 2009 dengan berbagai kejanggalannya.” Diduga pemilu 2004 dan 2009, Marzuki Alie pegang kartu truf SBY dan keluargannya,” ujarnya.

Darmizal mengatakan, Marzuki Alie adalah Ketua Dewan Pembina di DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang. Dan Jhoni Allen Marbun adalah Sekjen. Dia percaya, mereka berdua mengetahui berbagai rahasia dalam peristiwa masa lalu SBY, dan rahasia besar Pemilu 2004 dan Pemilu 2009.

“Politik itu seharusnya menjadikan kekuasaan harus diperoleh dengan cara benar. Kami percaya pada nilai bangsa ini, kalau kekuasaan tidak diperoleh secara benar, akan membawa karma politik berupa kesengsaraan lahir dan batin,” sambung Hasto.

 

Oleh karena itu, Hasto mengatakan pihaknya akan sangat sulit berkoalisi dengan partai seperti Demokrat yang memakai basis politik elektoral menggunakan bansos demi mengerek suara.

Begitupun dengan PKS, PDIP disebutnya memiliki perbedaan platform ideologi sehingga sulit untuk berjalan dalam sebuah wadah koalisi.

Namun demikian, ujar politisi asal Yogyakarta ini, dialog dengan kedua partai tersebut tetap bisa dilakukan karena bagian dari budaya bangsa.

Kata Hasto, kerja sama PDI Perjuangan dalam kerangka 2024 akan dibangun atas basis historis dan ideologis itu. Misalnya dengan PAN yang memiliki basis utama di Muhammadiyah, dengan PKB dan PPP yang memiliki basis di NU, dan dengan Gerindra dan Golkar yang memiliki basis sebagai partai kekaryaan.

“Jadi semuanya memiliki basis ideologis, kesamaan platform, historis dan memerkuat fungsi elektoral,” kata Hasto.